Tuesday, July 21, 2015

The Functions of HRD



Thinkers, makers and traders are the DNA of the world class company. 
~Rosabeth Moss Kanter






Picture : www.1.bp.blogspot.com

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Hallo Dreamers....

Diartikel yang saya tulis minggu lalu yang berjudul “Introduction of HRD”  saya mengajak teman-teman semua untuk berkenalan dengan HRD, dan saya juga menuliskan bahwa tugas dan tanggung jawab dari Departemen HRD pada umumnya  yaitu sebagai berikut :



  • HR Planning (Proses Perencanaan)

  • Recruitment and Selection (Seleksi dan Rekrutmen)

  • Training and Development (Pelatihan dan Pengembangan)

  • Compensation and Benefit (Kompensasi dan Benefit/Sistem Penggajian)

  • Performance Management (Manajemen/Penilaian Kinerja)

  • Career Planning (Perencanaan Karir)

  • Employee/Industrial Relations (Hubungan Karyawan)

  • Personnel Administration and HRIS (Personalia/Kepegawaian)



Ditulisan saya kali ini saya akan memenuhi janji saya yaitu untuk menjelaskan secara singkat dan sederhana tugas-tugas serta fungsi dari masing-masing bagian dari Departemen HRD sesuai dengan daftar yang tertulis di atas.


HR Planning (Proses Perencanaan)

HR Planning adalah proses perencanaan yang memastikan jumlah sumber daya manusia yang diperlukan oleh organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuan strategis-nya. Jumlah sumber daya manusia disini meliputi tidak saja dari sisi jumlah tetapi juga dari sisi kualitas. Yang perlu diperhatikan juga, adalah adanya kesesuaian antara perencanaan (planning) yang ada pada Department HR dengan perencanaan bisnis (Business Planning) dari perusahaan.

HR Planning modern harus memperhatikan dan menyesuaikan serta merupakan bagian dari Business Planning. Dalam proses perencanaan strategis (strategic plannning), dipertimbangkan segala hal yang berkaitan dengan posisi dan kondisi organisasi/perusahaan dalam bisnis yang menjadi bidangnya, baik itu secara internal, berupa kekuatan maupun kelemahan perusahaan, maupun e
ksternal, berupa peluang dan berbagai ancaman pada perusahaan.

Analisis ini akan mempengaruhi strategi yang dipilih perusahaan untuk mencapai tujuan atau visi-nya. Dalam menerapkan strategi tersebut tentunya diperlukan sumber daya-sumber daya, salah satunya yang terpenting adalah sumber daya manusia, dengan kualifikasi dan kuantitas yang diperkirakan mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan perusahaan. Disanalah peran penting perlu adanya HR Planning.

Dalam perkembangannya, HR Planning tidak hanya berbicara tentang berapa jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi juga tentang bagaimana sumber daya manusia tersebut terkait dengan ketrampilannya, pengembangannya, sekaligus penempatannya.


Recruitment and Selection (Seleksi dan Rekrutmen)


Recruitment and Selection bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat.  Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari Psychotest, interview, Skill Test, Reference Check maupun Assessment Center.


Training and Development (Pelatihan dan Pengembangan)


Training and Development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah On The Job Training dan Coaching disusul Training.


Compensation and Benefit (Kompensasi dan Benefit/Sistem Penggajian)


Compensation and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.  Penilaian kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan.


Performance Management (Manajemen/Penilaian Kinerja)


Performance Management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi.


Career Planning (Perencanaan Karir)


Career Planning bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab bahwa setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki.


Employee and Industrial Relations (Hubungan Karyawan)


Employee and Relation Relation biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi. Disisi lain biasanya bagian ini juga berfungsi sebagai perantara antara perusahaan dengan pihak eksternal yang berhubungan dengan kepegawaian seperti Depnaker, dll.


Personnel Administration and HRIS (Personalia/Kepegawaian)


Personnel Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.



Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.



Idealnya, sebuah Departemen HRD memiliki bagian-bagian dari Sub-Departemen tersebut di atas namun hal ini tidak baku dan bukanlah sebuah keharusan karena biasanya disesuaikan dengan kebutuhan serta skala dari perusahaan itu sendiri. Jika skala perusahaannya sudah besar dan berkembang bisa jadi mereka memiliki Sub-Departemen yang jauh lebih lengkap lagi, namun sebaliknya jika perusahaanya masih kecil atau perusahaan start up biasanya mereka hanya memiliki Sub-Departemen seperlunya atau ala kadarnya saja.



Baiklah, sekian untuk sharing kali ini sampai jumpa ditulisan saya selanjutnya. Semoga bermanfaat ^^.


Introduction of HRD

A pessimistis sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty.
 ~Winston Churchill

                                                               Picture : www.muslimstudi.files.wordpress.com





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Hallo Dreamers....



Seperti kita semua sudah ketahui bahwa ilmu Psikologi memiliki aplikasi dan peranan yang cukup besar dalam berjalannya sebuah perusahaan. Ilmu Psikologi ini lebih dikenal dengan istilah PIO atau Psikologi Industri dan Organisasi, biasanya para praktisi PIO ini akan mengaplikasikan ilmunya di dalam sebuah Departemen yang dikenal dengan nama Departemen HRD.



Tidak dapat dipungkiri pada kenyataanya tidak semua orang HRD harus dari lulusan Psikologi. Seperti saya misalnya, saya bukan Sarjana Psikologi dan bukan Psikolog namun saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Departemen HRD sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini, dan sebaliknya tidak semua orang Psikologi pasti menjadi orang HRD. Dari pengalaman yang saya miliki banyak juga teman-teman saya lulusan Psikologi namun tidak bekerja di bidang HRD, mereka justru bekerja sebagai Sales, Customer Service, Staf Administrasi, Guru, dll.



Jadi untuk teman-teman yang bukan lulusan Psikologi namun ingin menjadi seorang HRD tidak perlu berkecil hati karena teman-teman juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang HRD selama kita mau belajar, mau bekerja keras untuk mendapatkan peluang/kesempatan dan dapat membuktikan kalau teman-teman mampu J.



Baik, back to the topic mungkin beberapa dari teman-teman sudah cukup familiar dengan istilah HRD namun masih ada juga yang bertanya-tanya sebetulnya HRD itu apa, dan apa sih tugas-tugas, tanggung jawab serta fungsinya dalam sebuah perusahaan ? naah kali ini saya akan mengajak teman-teman untuk berkenalan dengan HRD yuuuk disimak dan dibaca bersama-sama.



HRD atau Human Resources Development, adalah sebuah bagian atau departemen perusahaan yang tugas utamanya mengelola sumber daya manusia di dalam perusahaan. Ada sebagian orang menyebut HRD ini hanya cukup dengan sebutan HR saja, ada juga yang mengatakan HRD ini sebagai Personalia, Kepegawaian, Sumber Daya Manusia, Human Capital dan “Human Resources Management.

Tugas HR secara umum adalah membangun kapabilitas SDM di dalam organisasi serta meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan, sehingga pada akhirnya visi, misi organisasi dapat tercapai.  Jika kita ditanya mengapa HRD dibutuhkan dalam sebuah perusahaan? tentu hal tersebut tidak bisa kita lepaskan dari tugas dan tanggung jawabnya yaitu sebagai berikut :



  • HR Planning (Proses Perencanaan)
  • Recruitment and Selection (Seleksi dan Rekrutmen)
  • Training and Development (Pelatihan dan Pengembangan)
  • Compensation and Benefit (Kompensasi dan Benefit/Sistem Penggajian)
  • Performance Management (Manajemen/Penilaian Kinerja)
  • Career Planning (Perencanaan Karir)
  • Employee/Industrial Relations (Hubungan Karyawan)
  • Personnel Administration and HRIS (Personalia/Kepegawaian)




Saya rasa cukup sampai disini edisi perkenalan dengan HRD-nya, nanti di tulisan saya selanjutnya saya akan share masing-masing pegertian dan fungsi dari tugas-tugas dan tanggung jawab dari beberapa bagian yang sudah saya sebutkan di atas, soo…please stay tune hehe.