Take chances when you’re young so that you
can tell stories when you’re old ~
Picture : http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-and-love-psychology-60.png
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarokatuh,
Beberapa teman dan rekan kerja saya banyak
yang mengira bahwa saya lulusan Psikologi atau bahkan Psikolog, ditambah lagi
saya aktif disalah satu komunitas Psikologi. Banyak juga yang bertanya apa hubungan saya dengan
Komunitas Psikologi Digital PsikologID atau yang lebih dikenal dengan
@PsikologID. Sebelum saya bercerita tentang keterlibatan saya dengan PsikologID
terlebih dahulu saya akan berbagi kisah asal mula saya tertarik dengan dunia
Psikologi.
Selepas saya lulus SMA saya tidak langsung
melanjutkan kuliah namun saya langsung bekerja dan saya saat itu saya diberi kepercayaan menjadi Recruitment Staff pada HR Department, yang dimana dunia kerja saya 90% berhubungan dengan dunia Psikologi,
Psikotes, Konseling, dll.
Saat itu saya hanya bekerja sebagai Staff pembantu
Recruiter nya saja, saya memang tidak melakukan eksekusi kegiatan yang berhubungan langsung
dengan Psikologi namun saya menjadi familiar dengan dunia Psikologi dan saat itu
seluruh Tim yang satu Departemen dengan saya adalah orang-orang Psikologi dan ada beberapa Psikolog juga.
Sejak saat itu saya mulai menyukai
Psikologi apalagi rekan kerja saya adalah orang-orang yang luar biasa baik hati
mau berbagi ilmu dengan saya, mereka mengajarkan banyak hal tentang Psikologi
namun tetap dalam koridor dan batas-batas kewajaran dan tidak melanggar kode
etik. Tidak jarang juga saya dijadikan “Kelinci Percobaan” oleh mereka, but I’m
proud of it…to be a part of the Psychology Experimental hehe….
Setelah tabungan saya cukup, saya berencana
untuk melanjutkan studi dan sudah dapat ditebak jurusan apa yang saya minati
yaitu jurusan Psikologi. Namun saat saya melakukan survey ke beberapa kampus
yang ada jurusan Psikologi nya semua kelas yang ada adalah kelas reguler,
sedangkan saya mencari kelas karyawan, yaitu kelas malam atau kelas akhir
pekan.
Dengan berat hati akhirnya saya menyerah,
saya merelakan untuk mengambil jurusan yang lain saja karena saat itu jika saya
kuliah reguler maka saya tidak dapat bekerja, sedangkan saya harus bekerja
untuk membiayai kuliah saya.
Kecewa….ya, saya tidak bohong saat itu
saya sangat kecewa namun kesedihan saya tidak berlarut-larut karena saya yakin
untuk belajar tidak terbatas hanya di bangku sekolah atau kuliah saja melainkan
bisa dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja. Meskipun pada akhirnya saya mengambil jurusan
perkuliahan yang lain namun saya tidak berhenti belajar ilmu Psikologi dan pada akhirnya saat ini saya sudah dapat berbagi ilmu Psikologi dengan orang lain juga.
Ada sebuah kutipan yang berbunyi "When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.”
Jadi, jika ada teman-teman yang gagal meraih salah satu mimpinya....sedih dan kecewa boleh, itu normal, wajar dan manusiawi tapi jangan kelamaan yaa.., segera bangkit dan ciptakan serta kejar mimpi-mimpi yang lainnya ^^.