Monday, June 15, 2015

Fasting is Not The End

“Paradise has eight  gates, and one of them is called Ar-Raiyan through which none will enter but those who observe fasting.” (Prophet Muhammad S.A.W)





                                                                                Picture : http://wathakker.info/english//designs/images/taqwa_BG.jpg


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Bulan Ramadhan adalah bulan yang dimana  kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan lamanya. Kita semua tahu bahwa yang dimaksud puasa yaitu menahan rasa lapar, haus, dahaga, amarah, serta menahan hawa nafsu lainnya.

Namun apakah kita pernah berpikir atau mungkin merenung sejenak esensi dari puasa itu sendiri, bahwasannya puasa bukan hanya menahan lapar, haus serta hawa nafsu pada bulan Ramadhan saja lalu setelah Ramadhan usai maka kita membiarkan diri kita dikuasai dan diperbudak oleh nafsu kita.

Menjalankan ibadah puasa justru adalah sebuah proses yang harus kita lalui untuk memetik “buah manis keberhasilan” hasil perjuangan kita selama kurang lebih satu bulan lamanya, buah manis tersebut yaitu buah dari hasil kita menjalankan ibadah puasa.

Salah satu buah yang akan kita petik setelah kita menjalankan ibadah puasa adalah “buah taqwa” alias ketaqwaan, yang dimana harapannya apabila seseorang sudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah meningkatnya ketaqwaan dirinya kepada Allah.

Nah…..untuk “mengukur” kadar ketaqwaan kita, berikut ini saya akan berbagi ciri-ciri orang taqwa, namun sebelumnya mari kita simak firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 133-135 :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka  ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”

Berdasarkan ayat tersebut di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan sederhana tentang beberapa ciri orang bertaqwa, yaitu sebagai berikut :
  • Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang menginfaq-kan hartanya baik dalam keadaan sedang maupun dalam keadaan susah.
  • Orang yang bertaqwa mampu menahan amarah, sehingga kemarahan yang ada dalam dirinya tidak membuatnya untuk berkata kotor dan berbuat jahat, ia akan mengumpulkan segenap kesabarannya untuk menguasai amarahnya.
  • Orang yang bertaqwa mau memaafkan kesalahan orang lain, karena ia sadar bahwasannya seluruh manusia pernah bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang mau mengakui kesalahannya dan mau bertaubat kepada Allah. Allah saja maha memaafkan apalagi kita manusia biasa  makhluk ciptaan Allah.
  • Orang yang bertaqwa apabila berbuat keji atau berbuat dzolim kepada diri sendiri maka ia bersegera mengingat Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Orang yang bertaqwa tidak akan menunda untuk bertaubat dan mengucapkan istighfar.
  • Orang yang bertaqwa tidak terus menerus melakukan kedzoliman, ia tidak akan terjerumus kedalam kesalahan sebagaimana seseorang yang terjerumus kedalam rawa berlumpur. Orang yang bertaqwa akan segera mengingat Allah dan segera memohon ampun kepada-Nya apabila melakukan suatu kesalahan.
Demikianlah beberapa ciri-ciri dari orang yang bertaqwa, dan sekarang mari kita “bercermin” dan tanyakan kepada diri kita masing-masing apakah puasa kita sudah membentuk kita menjadi orang yang bertaqwa ? ataukah puasa kita masih sebatas puasa menahan lapar dan dahaga dari pagi hingga sore semata ?

Setelah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan itu bukanlah akhir dari perjuangan kita, masih ada perjuangan lain setelah itu, yaitu kita harus menjadikan ibadah puasa sebagai salah satu jalan kita menjadi untuk menuju taqwa.

Mari kita tingkatkan kualitas puasa kita hingga menjadi puasa yang benar-benar membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa, taqwa bukan hanya dalam ucapan tetapi juga taqwa dalam amal perbuatan.
Semoga bermanfaat ^^.







Ramadhan is The Greatest Month of All

“Whoever believes in Allah and His apostle, offers prayers perfectly and fast during Ramadhan, then it is incumbent upon Allah to admit him into paradise whether he emigrates for Allah’s cause or stay in the land where he was born.” (Prophet Muhammad S.A.W)



                                                                        Picture : http://horseedmedia.net/wp-content/uploads/2014/06/Ramadan-Kareem.jpg

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Setelah sebelumnya saya menulis sedikit “kata sambutan” untuk menyambut bulan suci Ramadhan, mungkin ada beberapa dari teman-teman yang masih bingung mengapa kita begitu bersemangat menyambut bulan Ramadhan, mengapa bulan Ramadhan sangat ditunggu-tunggu, dll. Dan dengan pengetahuan saya yang masih sangat dangkal maka kali ini saya akan sedikit berbagi tentang keistimewaan bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa yang sering disebut bulan yang paling agung, adapun keistimewaan Ramadhan diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, pada bulan Ramadhan ini Allah mewajibkan puasa bagi orang-orang yang beriman, Allah berfirman dalam Al-quran surat Al-Baqoroh ayat 183 : 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.                                                                                       
Puasa adalah ibadah yang istimewa karena puasa adalah ibadah hati, yang mengetahui apakah kita berpuasa hanyalah kita dan Allah , dan yang mengetahui kualitas puasa kitapun hanyalah Allah semata,sehingga dalam menjalankan ibadah puasa kita benar-benar diuji tingkat keikhlasannya menjalankan perintah Allah, kita diuji kejujurannya, serta komitmen terhadap diri sendiri dan terhadap Allah. Dalam menjalankan ibadah puasa, tidak ada manipulasi untuk itulah mengapa ibadah menjalankan puasa menjadi sangat istimewa karena sifatnya sangat rahasia sekali hanya kita dan Allah yang mengetahuinya.


Kedua, Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keistimewaan karena di bulan Ramadhan ini Al-quran diturunkan, seperti yang sudah difirmankan oleh Allah dalam surat Al-Baboqoroh ayat 185 :

“(Beberapa hari yang ditentuan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembela (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Kita mengetahui bahwa Al-Quran adalah mukjizat Nabi ter-agung, lebih agung daripada mukjizat yang lainnya. Tidaklah kitab suci yang begitu agung turun dibulan yang tidak agung.

Ketiga, bulan Ramadhan istimewa karena dibulan tersebut ada malam Lailatul Qodar yaitu satu malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, dan Allah pun berfirman dalam surat Al-Qodar ayat 1-5 : 
    
    “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Allah begitu adil dan bijaksana, umat Nabi Muhammad S.A.W diberi usia lebih pendek daripada usia umat-umat sebelumnya, tetapi diberi keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya, keistimewaan tersebut adalah malam yang sangat utama, bahkan lebih baik daripada seribu bulan.

Adakah diantara kita yang mampu sholat malam seribu bulan ?
Adakah diantara kita yang mampu membaca Al-Quran selama seribu bulan ?

Tentu tidak. Tetapi dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya Allah memberi kemudahan kepada umat Nabi Muhammad S.A.W dengan diturunkannya Lailatul Qodar, yaitu malam yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Jika kita menggunakan malam tersebut dengan sebaik-baiknya dengan beribadah didalamnya maka kita sama halnya telah beribadah selama seribu bulan.

KeempatKeistimewaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah karena Allah menjadikan awal bulan Ramadhan sebagai rahmah, pertengahanya sebagai maghfirah dan sepertiganya adalah pembebasan dari api neraka.

Itulah sedikit penjelasan tentang keistimewaan bulan Ramadhan, semoga kita semua dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sungguh-sungguh dengan meningkatkan kualitas iman kita dan meningkatkan kuantitas ibadah serta amalan kita. 

Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibada puasa di bulan Ramadhan yang penuh berkah ^^.




Welcoming Ramadhan

“When the month of Ramadhan starts, the gates of the heaven  are opened and the gates of hell are closed and the devils are chained.” (Prophet Muhammad S.A.W)




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad S.A.W beserta keluarga, sahabat dan seluruh umat yang mengikuti petunjuknya hingga akhir zaman. Tulisan ini saya buat dalam rangka menyambut satu bulan yang sangat istimewa yaitu bulan suci Ramadhan..Marhaban Ya Ramadhan…Welcome Ramadhan.

Beberapa pekan terakhir saya mengisi dan juga menghadiri beberapa kegiatan Tarhib Ramadhan yaitu serangkaian kegiatan yang memang khusus diadakan untuk menyambut bulan penuh rahmat ini dengan suka cita, selain  untuk menyambut bulan Ramadhan itu sendiri kegiatan Tarhib Ramadhan ini juga diadakan dengan tujuan agar kita lebih siap menyongsong dan menjalani bulan Ramadhan, agar kita melakukan evaluasi serta mawas diri terhadap kualitas diri dan iman kita, dan agar kita juga dapat memaknai bulan Ramadhan dengan penuh arti dan menjalaninya dengan lebih baik lagi  dari tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya kegiatan Tarhib Ramadhan diisi dengan kajian, dan yang mungkin sudah menjadi ciri khas juga jika untuk menyambut Ramadhan biasanya diadakan pawai yang diikuti tidak hanya oleh anak kecil saja namun juga para orang dewasa, termasuk saya….hari minggu kemarin saya diberikan kepercayaan untuk menjadi salah satu pengisi acara Tarhib Ramadhan di daerah Bekasi dan setelah itu saya bergabung dengan anak-anak serta warga sekitar untuk melakukan pawai keliling kampung dan perumahan. 



Selain memang seru dan menyenangkan, kegiatan ini juga memberikan “suntikan” semangat yang luar biasa sehingga kita tidak sabar untuk segera menyambut kedatangan bulan yang sangat agung ini.

Betapa beruntungnya kita yang dimana pada saat ini masih diberikan kesempatan nikmat sehat dan usia yang panjang sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan 1436 Hijriah – 2015 Masehi, semoga kita dapat menjalaninya dengan sungguh-sungguh, karena belum tentu tahun depan kita masih diperkenankan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.