Sunday, November 26, 2017

A True Winner







Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,


Suatu hari, sekumpulan pemuda Muslim tengah berkumpul dan bertanding mengadu kekuatan : siapa yang bisa menggerakkan sebuah batu besar, maka dia akan dianggap sebagai jagoan.

Kebetulan Nabi Muhammad SAW. Lewat. Beliau bertanya : “Apa yang tengah kalian lakukan?”

“Kami sedang mengadu kekuatan kami. Kami ingin melihat siapa diantara kami yang paling kuat,” jawab mereka.

“Inginkah kalian tahu siapa yang paling kuat dan energitik ?” tanya Nabi.

“Tentu, ya Rasulullah.” Sahut mereka. “Adakah wasit lain yang lebih baik dari Anda, yang bisa memberikan gelar kebanggaan kepada kami ?”.

Mereka berpikir, bahwa sebentar lagi Nabi akan mengumumkan siapa yang akan jadi juara dan tangan orang itu akan diangkat oleh Nabi.

Baginda bersabda : “Seorang juara dan yang paling kuat adalah : “

  • Orang yang jika dia suka dan tertarik akan sesuatu, maka rasa sukanya itu tidak melalaikannya dari ikatan yang haq dan kemanusiaan, serta tidak menjerumuskannya ke dalam kejahatan.
  • Jika dia marah dan dikuasai oleh emosinya, maka dia dapat mengontrol dirinya, tidak mengatakan sesuatu kecuali yang benar dan tidak akan keluar dari mulutnya kata-kata dusta atau keji.
  • Jika dia berkuasa dan tidak satu pun yang bisa mengekangnya, maka tangannya tidak akan mengambil melebihi haknya.

Kisah di atas saya kutip dari Wasa’il Asy-Syi’ah, jilid II, hal 429, dan merupakan salah satu kisah Rasulullah yang paling saya sukai, kisah pengingat karena saya pribadi masih sangat lemah dalam melawan diri sendiri dan selama ini memaknai kekuatan dengan arti dapat mengalahkan keadaan dan dunia, namun diri sendiri masihlah dikuasai oleh perasaan yang kerdil dan dapat menjerumuskan kedalam lembah dosa.

Semoga kita semua manjadi pribadi yang kuat dalam arti sesungguhnya dan tidak termasuk kedalam golongan mereka yang merugi, Aamiin.




Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.












Misteri Lemari Tua






Pada suatu tengah malam,


Istri        : “mau kemana ?”

Suami    : “mau ngerjain sesuatu.” Sambil bangun dari posisi  
                   tidurnya.

Istri        : “ngerjain apa ?”

Suami    : menatap sang istri sejenak lalu pergi keluar dari 
                  kamar tanpa memberikan jawaban.

Sang istri penasaran, tidak lama kemudian sang istri mendengar suara dari ruang tamu, lalu ia memberanikan diri untuk mengintip dari celah kamar tidur mereka dan melihat sang suami tampak duduk bersimpuh menghadap pada sebuah lemari tua namun tak terlihat apa yang sedang ia lakukan.





Keesokan harinya,


Istri        : “tadi malem ngapain duduk depan lemari ?”.

Suami    : memberikan isyarat agar sang istri mengikutinya
                  dan mendekati lemari yang dimaksud “ini lemari 
                  udah tua banget”.

Istri        : “terus  kenapa ?” tanya sang istri.

Suami    : “pintunya udah mulai rapuh, kuncinya ilang, 
                  bahaya kalau kebuka makanya tadi malem diiket 
                  pake tali”.

Istri        : “bahaya kenapa ?”.

Suami    : “isinya buku-buku penting, kalau ga diiket nanti 
                   dibuka sama anak kita terus isinya diberantakin      
                   nanti bukunya pada rusak.”

Istri        : “kenapa harus tengah malem sih ngiket nya?”

Suami    : “soalnya baru inget pas bangun tengah malem      
                   kalau besok-besok takut ga sempet.”

Istri        : “terus pas ditanya kenapa ga jawab tadi malem ?”

Suami    : “karena pasti kamu larang kan malem-malem 
                   ngiket pintu lemari pasti disuruh besoknya 
                   ngerjainnya.”

Istri        : “phew”.












Stalking or Being Stalked ?





Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,


Hallo Dreamers, beberapa hari yang lalu saya menerima notifikasi dari akun linkedin melalui email saya bahwa ada beberapa orang yang melihat profile saya di akun linkedin tersebut. Saat saya cek ternyata ada 2 orang mantan atasan saya, ada 2 orang mantan rekan kerja saya dan ada juga beberapa Rekruter yang melihat dan mengirimkan pesan menawari pekerjaan kepada saya. Menurut saya pasti ada beberapa alasan mengapa mereka melihat profile saya entah karena kepo, kangen (mungkin) atau tidak sengaja kepencet hehehe.

Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu saat saya masih aktif sebagai HRD bahwasannya social media pun turut memiliki andil dalam proses rekrutmen maupun mengelola karyawan, diantaranya yaitu :

  • Ada beberapa User yang setelah saya memberikan CV kandidat kepada mereka baik yang sudah saya interview maupun  yang belum, mereka meminta saya untuk stalking socmed calon karyawan tersebut, jika isinya terlihat banyak foto yang menunjukkan sikap atau bahasa tubuh yang tidak baik dan dlihat dari tulisan statusnya  yang berisi umpatan dan SARA maka User tersebut akan menjadikan kandidat tersebut sebagai second priority.
  • Tidak hanya saya yang sering stalking akun socmed kandidat, ternyata banyak juga kandidat yang stalking akun socmed saya, biasanya sesaat setelah saya menghubungi mereka baik melalui email atau telepon. Setelah itu saat bertemu untuk interview tidak jarang dari mereka yang suka SKSD dan sotoy tentang diri saya “Ibu pernah kerja disini ya ? …Ibu lulusan dari kampus itu ya ?... Ibu gabung di komunitas itu ya ? “ dll. Selain itu ada juga yang menanyakan hasil tes atau interview dengan mengirimkan pesan ke socmed atau dengan mention akun saya meskipun saya tidak pernah menyetujui permintaan pertemanan dari mereka.
  • Tak sedikit juga karyawan yang sering berkeluh kesah di akun socmed mereka, mulai dari yang curhat ringan sampai yang menjelek-jelekkan atasan dan membuka aib perusahaan tempat mereka bekerja, jika hal ini diketahui maka biasanya perusahaan akan menyelesaikannya dengan cara hukum.

Disadari atau tidak, kini akun socmed seolah-olah berperan sebagai identitas diri kedua kita setelah KTP bahkan informasi yang diberikan jauh lebih lengkap dibandingkan KTP dan didalam akun socmed kita dapat melakukan banyak hal, beda dengan KTP yang hanya di taruh di dalam tas atau dompet  saja.

 “Don’t judge a book by it’s cover” sepertinya kurang tepat jika diaplikasikan pada akun socmed, karena bagaimanapun juga kita pasti akan melihat seseorang dari apa yang mereka tampilkan di socmed jadi mau tidak mau penilaian kita pun sebatas apa yang kita lihat dan apa yang kita tampilkan di akun kita adalah cerminan dari diri kita sendiri.

Saya pernah membaca Comment war 2 orang mantan  rekan kerja saya, si A meluapkan unek-unek nya kepada seseorang hingga mengeluarkan nama-nama binatang dan kata-kata tidak pantas lainnya sepertinya beliau memang sedang tertekan dan marah besar. Lalu si B mengingatkan , namun  jawaban si A adalah “akun…ya akun gue terserah gue mau ngapain aja, kok jadi situ yang rese ngurusin postingan gue, kalau ga suka sama postingan gue unfriend aja atau block sekalian, gitu aja kok repot.”

Si A memang benar akun beliau seolah-olah adalah “rumah” nya sendiri jadi terserah dirinyalah mau melakukan apa saja, namun si B juga benar saat ia melihat ada seorang teman yang berkata tidak baik maka ia berusaha mengingatkannya, namun yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mau mendengar nasihat dan setiap orang merasa bahwa dirinya yang benar, apalagi kita sebagai manusia adalah makhluk pemilik ego yang tinggi sehingga banyak diantara kita yang inginnya berbicara dan didengar saja dan kurang suka menjadi pendengar.

Satu hal yang harus digaris bawahi adalah bahwa segala jenis tindak tanduk kita di dunia ini akan diminta pertanggung jawabannya dihari akhir kelak dan disadari atau tidak, ada yang Maha Tahu meski tanpa di beri tahu yang selama 24 jam “stalking” apapun hal yang kita lakukan tanpa terlewat sedetikpun. Jadi berikanlah amalan terbaik kita baik dalam kehidupan nyata maupun didunia maya.


Tulisan ini bukan untuk menggurui namun sebagai pengingat diri.




Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.








Dikira Maling




Istri        : Masuk kedalam kamar dengan mindik-mindik dan 
                  berjalan jinjit berniat untuk menekan tombol on-  
                  off mesin air yang entah mengapa dipasang di 
                  dalam kamar. 

Namun belum sempat jarinya menekan tombol on-off tersebut, lalu……

Suami    : Membuka matanya lalu lompat dari tempat tidur 
                  sambil berteriak “AAAARRRGGGGHHHH !!! ”

Istri        : Terkejut dan berteriak “AAAARRRRRGGGHH !!! 
                  Kenapa, ada apa ?”

Suami    : “Ada maling.” Jawab nya dengan histeris.

Istri        : Panik ….. “mana malingnya ?”

Suami    : “Kamuuu maling !!!”

Istri        : Pergi ke dapur mengambil ulekan untuk getok 
                  suaminya.