Assalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh,
Hallo
Dreamers, beberapa hari yang lalu saya menerima notifikasi dari akun linkedin melalui email saya bahwa ada
beberapa orang yang melihat profile
saya di akun linkedin tersebut. Saat
saya cek ternyata ada 2 orang mantan atasan saya, ada 2 orang mantan rekan
kerja saya dan ada juga beberapa Rekruter yang melihat dan mengirimkan pesan
menawari pekerjaan kepada saya. Menurut saya pasti ada beberapa alasan mengapa mereka
melihat profile saya entah karena kepo, kangen (mungkin) atau tidak
sengaja kepencet hehehe.
Saya jadi
teringat beberapa waktu yang lalu saat saya masih aktif sebagai HRD bahwasannya social media pun turut memiliki andil
dalam proses rekrutmen maupun mengelola karyawan, diantaranya yaitu :
- Ada beberapa User yang setelah saya memberikan CV kandidat kepada mereka baik yang sudah saya interview maupun yang belum, mereka meminta saya untuk stalking socmed calon karyawan tersebut, jika isinya terlihat banyak foto yang menunjukkan sikap atau bahasa tubuh yang tidak baik dan dlihat dari tulisan statusnya yang berisi umpatan dan SARA maka User tersebut akan menjadikan kandidat tersebut sebagai second priority.
- Tidak hanya saya yang sering stalking akun socmed kandidat, ternyata banyak juga kandidat yang stalking akun socmed saya, biasanya sesaat setelah saya menghubungi mereka baik melalui email atau telepon. Setelah itu saat bertemu untuk interview tidak jarang dari mereka yang suka SKSD dan sotoy tentang diri saya “Ibu pernah kerja disini ya ? …Ibu lulusan dari kampus itu ya ?... Ibu gabung di komunitas itu ya ? “ dll. Selain itu ada juga yang menanyakan hasil tes atau interview dengan mengirimkan pesan ke socmed atau dengan mention akun saya meskipun saya tidak pernah menyetujui permintaan pertemanan dari mereka.
- Tak sedikit juga karyawan yang sering berkeluh kesah di akun socmed mereka, mulai dari yang curhat ringan sampai yang menjelek-jelekkan atasan dan membuka aib perusahaan tempat mereka bekerja, jika hal ini diketahui maka biasanya perusahaan akan menyelesaikannya dengan cara hukum.
Disadari atau
tidak, kini akun socmed seolah-olah
berperan sebagai identitas diri kedua kita setelah KTP bahkan informasi yang
diberikan jauh lebih lengkap dibandingkan KTP dan didalam akun socmed kita dapat melakukan banyak hal,
beda dengan KTP yang hanya di taruh di dalam tas atau dompet saja.
“Don’t
judge a book by it’s cover” sepertinya kurang tepat jika diaplikasikan pada
akun socmed, karena bagaimanapun juga
kita pasti akan melihat seseorang dari apa yang mereka tampilkan di socmed jadi mau tidak mau penilaian kita
pun sebatas apa yang kita lihat dan apa yang kita tampilkan di akun kita adalah
cerminan dari diri kita sendiri.
Saya pernah
membaca Comment war 2 orang mantan rekan kerja saya, si A meluapkan unek-unek nya kepada seseorang hingga
mengeluarkan nama-nama binatang dan kata-kata tidak pantas lainnya sepertinya
beliau memang sedang tertekan dan marah besar. Lalu si B mengingatkan , namun jawaban si A adalah “akun…ya akun gue
terserah gue mau ngapain aja, kok jadi situ yang rese ngurusin postingan gue,
kalau ga suka sama postingan gue unfriend
aja atau block sekalian, gitu aja kok
repot.”
Si A memang
benar akun beliau seolah-olah adalah “rumah” nya sendiri jadi terserah
dirinyalah mau melakukan apa saja, namun si B juga benar saat ia melihat ada
seorang teman yang berkata tidak baik maka ia berusaha mengingatkannya, namun
yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mau mendengar nasihat dan setiap
orang merasa bahwa dirinya yang benar, apalagi kita sebagai manusia adalah
makhluk pemilik ego yang tinggi sehingga banyak diantara kita yang inginnya
berbicara dan didengar saja dan kurang suka menjadi pendengar.
Satu hal yang
harus digaris bawahi adalah bahwa segala jenis tindak tanduk kita di dunia ini
akan diminta pertanggung jawabannya dihari akhir kelak dan disadari atau tidak,
ada yang Maha Tahu meski tanpa di beri tahu yang selama 24 jam “stalking”
apapun hal yang kita lakukan tanpa terlewat sedetikpun. Jadi berikanlah amalan
terbaik kita baik dalam kehidupan nyata maupun didunia maya.
Tulisan ini
bukan untuk menggurui namun sebagai pengingat diri.
Wassalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh.


No comments:
Post a Comment