Sunday, November 26, 2017

Stalking or Being Stalked ?





Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,


Hallo Dreamers, beberapa hari yang lalu saya menerima notifikasi dari akun linkedin melalui email saya bahwa ada beberapa orang yang melihat profile saya di akun linkedin tersebut. Saat saya cek ternyata ada 2 orang mantan atasan saya, ada 2 orang mantan rekan kerja saya dan ada juga beberapa Rekruter yang melihat dan mengirimkan pesan menawari pekerjaan kepada saya. Menurut saya pasti ada beberapa alasan mengapa mereka melihat profile saya entah karena kepo, kangen (mungkin) atau tidak sengaja kepencet hehehe.

Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu saat saya masih aktif sebagai HRD bahwasannya social media pun turut memiliki andil dalam proses rekrutmen maupun mengelola karyawan, diantaranya yaitu :

  • Ada beberapa User yang setelah saya memberikan CV kandidat kepada mereka baik yang sudah saya interview maupun  yang belum, mereka meminta saya untuk stalking socmed calon karyawan tersebut, jika isinya terlihat banyak foto yang menunjukkan sikap atau bahasa tubuh yang tidak baik dan dlihat dari tulisan statusnya  yang berisi umpatan dan SARA maka User tersebut akan menjadikan kandidat tersebut sebagai second priority.
  • Tidak hanya saya yang sering stalking akun socmed kandidat, ternyata banyak juga kandidat yang stalking akun socmed saya, biasanya sesaat setelah saya menghubungi mereka baik melalui email atau telepon. Setelah itu saat bertemu untuk interview tidak jarang dari mereka yang suka SKSD dan sotoy tentang diri saya “Ibu pernah kerja disini ya ? …Ibu lulusan dari kampus itu ya ?... Ibu gabung di komunitas itu ya ? “ dll. Selain itu ada juga yang menanyakan hasil tes atau interview dengan mengirimkan pesan ke socmed atau dengan mention akun saya meskipun saya tidak pernah menyetujui permintaan pertemanan dari mereka.
  • Tak sedikit juga karyawan yang sering berkeluh kesah di akun socmed mereka, mulai dari yang curhat ringan sampai yang menjelek-jelekkan atasan dan membuka aib perusahaan tempat mereka bekerja, jika hal ini diketahui maka biasanya perusahaan akan menyelesaikannya dengan cara hukum.

Disadari atau tidak, kini akun socmed seolah-olah berperan sebagai identitas diri kedua kita setelah KTP bahkan informasi yang diberikan jauh lebih lengkap dibandingkan KTP dan didalam akun socmed kita dapat melakukan banyak hal, beda dengan KTP yang hanya di taruh di dalam tas atau dompet  saja.

 “Don’t judge a book by it’s cover” sepertinya kurang tepat jika diaplikasikan pada akun socmed, karena bagaimanapun juga kita pasti akan melihat seseorang dari apa yang mereka tampilkan di socmed jadi mau tidak mau penilaian kita pun sebatas apa yang kita lihat dan apa yang kita tampilkan di akun kita adalah cerminan dari diri kita sendiri.

Saya pernah membaca Comment war 2 orang mantan  rekan kerja saya, si A meluapkan unek-unek nya kepada seseorang hingga mengeluarkan nama-nama binatang dan kata-kata tidak pantas lainnya sepertinya beliau memang sedang tertekan dan marah besar. Lalu si B mengingatkan , namun  jawaban si A adalah “akun…ya akun gue terserah gue mau ngapain aja, kok jadi situ yang rese ngurusin postingan gue, kalau ga suka sama postingan gue unfriend aja atau block sekalian, gitu aja kok repot.”

Si A memang benar akun beliau seolah-olah adalah “rumah” nya sendiri jadi terserah dirinyalah mau melakukan apa saja, namun si B juga benar saat ia melihat ada seorang teman yang berkata tidak baik maka ia berusaha mengingatkannya, namun yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mau mendengar nasihat dan setiap orang merasa bahwa dirinya yang benar, apalagi kita sebagai manusia adalah makhluk pemilik ego yang tinggi sehingga banyak diantara kita yang inginnya berbicara dan didengar saja dan kurang suka menjadi pendengar.

Satu hal yang harus digaris bawahi adalah bahwa segala jenis tindak tanduk kita di dunia ini akan diminta pertanggung jawabannya dihari akhir kelak dan disadari atau tidak, ada yang Maha Tahu meski tanpa di beri tahu yang selama 24 jam “stalking” apapun hal yang kita lakukan tanpa terlewat sedetikpun. Jadi berikanlah amalan terbaik kita baik dalam kehidupan nyata maupun didunia maya.


Tulisan ini bukan untuk menggurui namun sebagai pengingat diri.




Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.








No comments:

Post a Comment