Tuesday, October 31, 2017

Endless Love





Semua bejalan seperti biasanya setiap akhir pekan kami bertiga selalu makan malam bersama  dan pria itu selalu menjadi orang pertama yang selesai makan dan segera beranjak meninggalkan meja makan. Tidak lama kemudian wanita itu juga selesai menyantap makan malamnya dan memberi isyarat padaku bahwa ia akan merapihkan meja makan, aku tidak menjawab hanya memberikan isyarat juga bahwa akupun sudah selesai makan.

Ia mulai mengangkat piring-piring kotor dan saat  akan mengambil piring kotor bekas pria itu makan ia diam mematung sambil menatap piring kotor itu dengan nanar dan penuh kebencian. Belum sempat aku berkata apa-apa kepadanya, dengan secepat kilat ia melempar piring itu kelantai dan hancurlah piring itu hingga berkeping-keping.

“Sudah 20 tahun berlalu, mengapa engkau masih saja menyisakan makananmu ? mengapa engkau masih saja membiarkan suapan terakhirmu ? aku bukan dia….aku bukan dia yang akan memakan suapan terakhirmu, aku sudah muak dengan semua ini !!!”.

Melihat kejadian itu aku pun membanting piring kotor yang masih kupegang “Aku juga sudah muak dengan sikapmu, sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini ? mengapa kau masih saja cemburu dengan Ibuku yang sudah mati?” ucapku.

Tidak lama kemudian pria yang tadi meninggalkan meja makan kembali menghampiri namun ia hanya mampu berdiri…ya…hanya berdiri sambil melihat apa yang terjadi dan aku tahu ia menyimpan luka dan perih yang tak terperi.