![]() |
| Pict : https://cdn.tinybuddha.com/wp-content/uploads/2015/09/Follow-Your-Dreams1.png |
Assalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh,
Hallo
Dreamers, dulu saat saya masih aktif menulis saya sempat menjadi kontributor
untuk 2 website komunitas salah satunya adalah Komunitas Blogger Muslimah
Indonesia, awalnya saya mengajukan diri kepada founder nya yaitu penulis senior yang bernama Novia Syahidah atau
saya memanggil beliau dengan panggilan Bunda Via. Saat itu Bunda Via
mengizinkan saya menjadi kontributor dan sempat berjalan beberapa waktu sampai
akhirnya saya mohon izin off dulu
sebagai kontributor karena saat itu saya sedang mempersiapkan acara pernikahan
saya dan Bunda Via pun dengan penuh pengertian mengizinkannya.
Alhamdulillah pernikahan
saya berjalan dengan lancar tapi ternyata tidak selancar mood menulis saya yang tak kembali lagi, Qodarulloh 1 bulan
setelah menikah saya hamil, lanjut menikmati proses morning sickness dan proses kehamilan lainnya, setelah itu lanjut
melahirkan dan akhirnya disibukkan dengan mengurus anak, akhirnya kegiatan
menulis saya benar-benar terlupakan.
Sekitar bulan
Juli 2017 tiba-tiba Bunda Via menghubungi saya lagi, dan meminta saya untuk
kembali menjadi kontributor tapi sekarang bukan kontributor website melainkan menulis
materi dengan tema Kepribadian Muslimah untuk bahan diskusi dan berbagi di Komunitas
Blogger Muslimah Indonesia, awalnya saya menolak karena saya khawatir tidak
dapat menjalankannya dengan baik karena sekarang sudah ada anak, selain itu
saya juga minder dengan kualitas tulisan saya yang seadanya dan masih sangat
sederhana, sedangkan para anggota di Komunitas Blogger Muslimah Indonesia
Indonesia banyak Blogger yang sudah senior. Tapi Bunda Via berhasil meyakinkan saya untuk
mencoba, dan saya sendiri merasa tertantang apakah saya masih bisa produktif
menulis dengan kondisi saat ini, akhirnya saya terima juga tawaran Bunda Via
dan mulai bulan bulan Agustus 2017 saya menulis lagi dengan meminta izin dari suami terlebih dahulu.
Baiklah
Dreamers, cerita di atas adalah cerita pengantar yang kepanjangan hehehe…. Sekarang
saya ingin sharing bahwa dalam
keadaan apapun kita jangan sampai hilang harapan dan jangan sampai berhenti
bermimpi. Apa hubungannya dengan mimpi ? bagi saya pribadi, selain memang hobi,
menulis adalah salah satu cara saya menggapai mimpi saya yaitu agar saya menjadi
manusia yang berguna, dan saat ini yang bisa
saya lakukan adalah menulis jadi harapannya
semoga tulisan-tulisan saya dapat berguna dan membawa manfaat bagi yang
membacanya.
Jujur, saat
awal-awal saya menjadi seorang istri dan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga saya
sempat bingung dengan keadaan, dalam artian saya sempat tidak mempunyai harapan
dan mimpi pribadi selain disibukkan dengan pekerjaan rumah dan menjaga keluarga
saya dengan baik, pada awalnya saya merasa nyaman karena biasanya kerja kantoran
pergi pagi pulang petang, sedangkan sekarang bisa leyeh-leyeh di rumah sambil
urus suami dan anak tapi lama kelamaan saya merasakan jenuh yang luar biasa terjebak
dengan rutinitas yang itu-itu saja. Apalagi dulu saat masih single selain bekerja saya juga aktif terlibat di berbagi
komunitas dan organisasi sedangkan sekarang semuanya sudah berbeda dan saya
sadar akan peran dan amanah yang sudah saya sandang.
Pengalaman di atas
mengingatkan saya pada mata kuliah CCU (Cross Cultural Understanding) dulu
ada materi yang membahas Stage of Culture
Shock yang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
- The Honeymoon Stage
- The Frustation Stage
- The Adjustment Stage
- The Acceptance Stage
Pada intinya
saat kita memasuki pengalaman atau tempat baru awalnya kita merasa senang dan
bersemangat, lalu mulai merasa bosan, setelah itu mulai menyesuaikan diri
dengan keadaan atau lingkungan dan yang terakhir adalah fase menerima keadaan
atau lingkungan tersebut dan fase-fase itulah yang saya alami.
Setelah Bunda
Via menghubungi saya, saya tersadar …. keadaan memang sudah tidak seperti
dulu lagi tapi bukan berarti saya sudah tidak bisa bermimpi, karena menurut
saya jika kita tidak memiliki mimpi sama saja dengan tidak memiliki tujuan
hidup, dan mimpi disini juga harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk mengusahakan
mimpi itu agar tercapai dan bagi saya menulis merupakan salah satu cara saya
dalam meraih mimpi. Selain oleh Bunda Via, saya juga merasa diingatkan oleh status
Facebook yang ditulis oleh Asma Nadia :
“Sebagian
orang berhenti bermimpi saat memutuskan bekerja. Sebagian lagi mulai melupakan
mimpi-mimpinya sewaktu memasuki gerbang pernikahan. Sementara sebagian lain
akhirnya menenggelamkan sepenuhnya impian yang mereka genggam lama, setelah
memiliki anak. Padahal pekerjaan, pernikahan, dan ananda seharusnya menjadi
energi yang memberikan daya ungkit untuk kian gigih menaklukkan mimpimu.”
Rasanya
benar-benar seperti ditampar dengan amat keras, tamparan positif sebagai
pengingat diri agar tidak berhenti untuk
bermimpi dalam keadaan, situasi dan kondisi apapun dan mimpi itu milik semua
orang.
Dream On And Keep Chasing
The Dream !
Wassalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh.

