Wednesday, July 22, 2015

How to Become a Great Recruiter


Great minds have purposes. Little minds have wishes.
 ~Washington Irving


 Picture: http://trakrecruiting.com/



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
 


Hallo Dreamers,



Dibeberapa tulisan saya sebelumnya saya sudah mengupas tuntas tentang proses Recruitment and Selection yaitu salah satu tugas serta tanggung jawab Departemen HRD. Sekarang saya akan berbagi tips untuk para pelaksana kegiatan proses rekrutmen itu sendiri yang dikenal dengan sebutan Recruiter dan juga untuk teman-teman yang berencana untuk menjadi seorang Recruiter.


Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang ditulis oleh Kevin Wheeler dalam bukunya yang berjudul “Become a Great Recruiter”, dan kurang lebih isinya sebagai berikut :

Mengapa beberapa Recruiter sepertinya mudah melakukan penempatan karyawan dan membuat para Manager bersedia menerima kandidat yang mereka kirimkan? Bagaimana mereka melakukannya? Keahlian khusus apa atau kualitas bagaimana yang menjadi karakteristik Recruiter yang dapat menghadirkan dua atau tiga kandidat yang begitu meyakinkan bagi Manager sehingga mereka menerima kandidat yang diajukan pada mereka ? dan berikut adalah cara-cara untuk menjadi  seorang Recruiter yang hebat :


Cara Pertama : Mendalami Pengetahuan Bisnis

Pahami bisnis perusahaan dengan baik dan miliki pengetahuan tentang perusahaan dengan baik  pula dan nyata, ketahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perusahaan. Bicaralah dengan para pekerja yang memiliki kinerja yang bagus untuk mencari tahu apa yang mereka miliki dan yang membuat mereka berhasil, baca laporan tahunan, bicaralah pada orang yang mengetahui strategi organisasi, dan tetaplah menjaga agar diri kita selalu memperoleh informasi mengenai perubahan bisnis usaha dan kemajuan teknologi yang digunakan. Dengan kata lain selain memahami perusahaan itu sendiri kita juga tidak boleh ketinggalan informasi alias harus selalu update tentang perubahan-perubahan yang terjadi dengan perusahaan kita.


Cara Kedua : Menjalin Hubungan Dengan User

Bangun hubungan dengan para User (Leader/Supervisor/Manager/Director) yang berada dalam kegiatan operasional perusahaan. Kenali mereka dan pastinya kita harus mau aktif bergabung dengan mereka agar beberapa waktu kemudian kita dapat menjadi bagian dari Tim mereka dan mereka dapat mempercayai kita, terlibat dengan keputusan-keputusan mereka, dan memiliki motivasi yang sama dalam memajukan perusahaan. Jadilah “Insider” sehingga membuat mereka percaya kepada kandidat-kandidat yang kita kita nilai bagus dan kita kirimkan kepada User adalah kandidat yang bagus juga menurut mereka. Dengan kata lain lakukan pendekatan dengan para User, tumbuhkan rasa kepercayaan mereka kepada kita  namun tetap profesional dan penuh tanggung jawab.



Cara Ketiga : Fokus Pada Kandidat Yang Tepat

Pelajari bagaimana cara melakukan sourcing dan fokus pada kandidat yang tepat. Tidak menghabiskan waktu untuk menyaring kandidat “sampah”. Gunakan pengetahuan mengenai dimana kita dapat menemukan orang yang kita inginkan lalu pergi kesana dan temukan mereka, artinya untuk mendapatkan kandidat yang tepat cari source yang tepat juga contoh sederhana kita tidak mungkin mencari Manager dan Office Boy melalui tempat/source yang sama bukan ? intinya, mengembangkan dan keahlian sourcing yang bagus adalah salah satu dari beberapa keahlian yang kita perlukan agar berhasil.

Sourcer yang bagus adalah network yang hebat, seseorang yang menghabiskan cukup waktu dengan para User mengetahui dengan baik apa yang mereka perlukan dan inginkan dalam diri seorang pekerja yang sukses.


Cara Keempat : Menjual Kepada Kandidat dan Kepada User

Latihlah diri kita agar kita mampu berbicara kepada kandidat dalam bahasa mereka dan menilai mereka berdasarkan kriteria yang kita tahu, hal ini akan benar-benar diperhitungkan oleh para User, selain itu kita juga harus memahami budaya perusahaan, kepribadian para User, kebutuhan keahlian teknis, dan keinginan kandidat. Selanjutnya kita lakukan negosiasi kepada kedua belah pihak (kandidat dan User) agar pekerjaannya berhasil. Kesimpulannya adalah kita sebagai Recruiter mampu menjadi perantara “Jembatan” yang baik serta kompeten untuk “menghubungkan” kandidat dan User sehingga mereka sama-sama setuju untuk bekerja dengan baik dan tanpa ada yang merasa dirugikan.



Recruiter yang baik mampu membuat tekanan-tekanan menjadi seperti tantangan-tantangan yang menyenangkan. Modal kita sebagai Recruiter tidak hanya itu saja kita juga harus memiliki kebulatan tekad, keinginan yang kuat untuk belajar, memperkaya wawasan dan pengetahuan serta terus berlatih.



Itulah sedikit tips dari saya bagaimana agar kita menjadi Recruiter yang hebat. Untuk para Recruiter semoga bermanfaat dan untuk para calon Recruiter welcome to the Recruitment World and Good Luck ^^.








The User Process


The question. “Who ought to be Boss?”, is like asking, “Who ought to be the tenor in thequartet?” obviously, the man sho can sing tenor. 
~Henry Ford




 Picture : http://img.gawkerassets.com/



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
 

Hallo Dreamers,

Berikut ini saya share alur atau bagan dari Proses Rekrutmen, pada umumnya yaitu :

Sourcing Process - Selection Process - User Process

Ditulisan sebelumnya saya sebelumnya kita sudah belajar tentang Sourcing Process dan Selection Process, maka dari itu sekarang saya akan membahasa tahapan akhir dari sebuah proses rekrutmen yaitu User Process.

User Process adalah proses untuk mencari orang yang tepat sesuai dengan posisi yang tersedia, diperoleh diantara kandidat yang telah lolos dari proses seleksi. Tahapan yang biasanya dilakukan adalah :


  • Wawancara oleh Direct User (Leader/Supervisor/Manager) dan Indirect User (Director)
  • Proses negosiasi gaji
  • Medical Check up (sesuai dengan standar perusahaan)
  • Sign Contract (Menanda tangani kesepakatan kerja)
  • Orientasi karyawan baru

Dalam prakteknya, tahapan dalam proses rekrutmen di atas bukanlah harga mati, artinya alur prosesnya bisa dilakukan dengan cara tidak berurutan seperti penjelasan di atas. Fleksibilitas diperlukan, karena sistem dibuat untuk memudahkan pekerjaan, bukan untuk memaku strategi dari pelakunya mengingat banyaknya persaingan diluar perusahaan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kriteria.

Pada dasarnya sistem seleksi yang efektif memiliki tiga sasaran utama, yaitu :

  • Keakuratan, yaitu kemampuan dari proses seleksi yang secara tepat memprediksi kinerja pelamar.
  • Keadilan, yaitu pelamar yang memenuhi persyaratan akan diberikan kesempatan yang sama dalam sistem seleksi.
  • Keyakinan, yaitu taraf dimana orang-orang yang terlibat dalam proses seleksi mempunyai keyakinan akan manfaat yang didapatkan.

Hampir semua perusahaan di Indonesia sudah menerapkan proses seleksi dalam merekrut karyawan baru. Beberapa perusahaan yang masih tradisional mungkin masih cenderung untuk tidak menggunakan proses rekrutmen, karena memandang organisasinya masih sederhana, namun demikian tentu saja hal tersebut adalah pemahaman yang keliru.


Bila kita kaji lebih lanjut maka dampak bagi perusahaan yang tidak menggunakan proses seleksi adalah :


  • Adanya peningkatan biaya, dimana pemenuhan orang yang tidak tepat akan menimbulkan biaya yang yag lebih besar dikemudian hari, misalnya cacat dibagian produksi semakin besar karena orang yang direkrut tidak sesuai kriteria.
  • Turunnya motivasi dari karyawan.
  • Terganggunya pelayanan terhadap pelanggan, karena lowongan tidak segera terpenuhi atau diisi oleh pemegang jabatab yang salah/tidak kompeten.
  • Berkurangnya bimbingan dari pimpinan karena pimpinan memfokuskan pada pengisian lowongan yang tidak diharapkan.

Demikianlah sharing saya kali ini tentang Proses Rekrutmen dari awal hingga akhir, semoga bermanfaat  ^^.


Sources : Recruitment Handbook by Adi Mardianto, MBA.

The Selection Process



Character is not made in a crisis, it is only exhibited. 
~Robert Freeman



Picture : http://image.slidesharecdn.com/ 


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Hallo Dreamers,

Sekarang saya mau share topik baru masih seputar dunia HRD yaitu Recruitment and Selection. Naah kemarin saya rasa sudah cukup saya sharing tentang Recruitment dan kali ini saya akan sharing seputar “pasangan” dari Recruitment yaitu Selection. Karena pada dasarnya Recruitment and Selection adalah sua hal yang berjalan beriringan dan tidak dapa dipisahkan satu sama lain karena dua hal ini saling berkesinambungan dan saling melengkapi demi tercapainya pemenuhan SDM yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan atau instansi.

Selection Process adalah proses untuk menyaring pelamar menjadi kandidat sesuai dengan kriteria  (seleksi) yang ada. Cara yang dilakukan bisa berupa :

  • Psychological Test/Psikometri
  • Wawancara Psikologi
  • Tes Teknis
  • Managerial Skill Test, dsb.

Setelah mendapatkan gambaran tentang hasil analisa pekerjaan dan rancangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan, maka tugas Departemen HRD adalah mengisi kekosongan jabatan tersebut dengan SDM yang mempunyai pengetahuan dan keahlian serta sikap mental yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 

Kualitas SDM yang disaring sangat tergantung pada suatu proses rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan pehamaman teknis yang baik tentang proses seleksi akan mampu menarik dan menyediakan para calon karyawan yang berkualitas.

Ok, cukup sekian untuk materi Selection Process, sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya yang akan membahas tentang User Process....See you ^^.


Reference : Recruitment Handbook by Adi Mardianto, MBA.