Wednesday, July 22, 2015

The Strategy of Recruitment



Once you have a staff of prepared, intelligent, and energetic people, the next step is to motivate them to be creative. 
~Akio Morita





Picture : http://101fundraising.org/ 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Hallo Dreamers,


Setelah kemarin saya sharing tentang teori serta persiapan yang harus dilakukan sebelum kita melaksanakan kegiatan Rekrutmen dan Seleksi (Recruitment and Selection), naah sekarang saya akan kembali sharing tentang strategi dalam kegiatan Rekrutmen.

Kegiatan Rekrutmen dan Seleksi antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Rekrutmen merupakan komunikasi dua arah. Para pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apa rasanya bekerja di dalam sebuah organisasi/perusahaan. Sedangkan organisasi/perusahaan sangat menginginkan informasi yang akurat tentang pelamar tersebut jika kelak mereka menjadi karyawan. Berikut ini beberapa strategi harus yang dilakukan ketika kita melaksanakan kegiatan Rekrutmen dan Seleksi :


     Penyusunan strategi untuk merekrut
    Dalam penyusunan strategi ini, peran HRD bertanggung jawab dalam menentukan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan, bagaimana karyawan direkrut, dimana tempatnya, dan kapan pelaksanaannya.

      Penyaringan atau penyisihan pelamar-pelamar kerja yang tidak cocok
      Di dalam proses ini memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung diskualifikasi karena alasan yang tidak tepat.

      Pembuatan kumpulan pelamar
     Kelompok pelamar yang sudah disaring merupakan kumpulan individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak untuk posisi yang dibutuhkan.

Mencari sumber-sumber rekrutmen

Sumber-sumber rekrutmen dapat berasal dari berbagai macam sumber, dan pada umumnya diperoleh dari :

      Pelamar Langsung :
      Pelamar langsung sering dikenal dengan istilah “Applications at The Gate” atau “Walk in Applicant”. Artinya para pencari pekerjaan datang sendiri ke suatu perusahaan untuk melamar, ada kalanya karena mereka sebelumnya mengetahui adanya informasi lowongan di perusahaan tersebut namun tidak tahu posisi apa yang sedang dibutukan, kadang mereka tidak  mengetahui apakah di perusahaan yang bersangkutan ada atau tidak ada lowongan yang sesuai dengan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman pelamar yang bersangkutan yang penting mereka menaruh lamaran saja.

      Lamaran Tertulis :
      Para pelamar sudah mengetahui dengan baik lowongan yang tersedia dan juga posisi apa saja yang dibutuhkan sehingga mereka melamar sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki (lebih spesifik) biasanya mereka mengirimkan surat lamaran dengan mencantumkan posisi yang dilamar dan sudah  melengkapi surat lamarannya dengan berbagai persyaratan bahan tertulis mengenai dirinya, seperti surat keterangan berbadan sehat dari dokter, surat kelakuan baik dari instansi pemerintah yang berwenang, salinan atau fotokopi ijasah dan piagam yang dimiliki, surat referensi dan dokumen lainnya yang dianggap perlu diketahui oleh perekrut tenaga kerja baru yang akan menerima dan meneliti surat lamaran tersebut.

      Lamaran Berdasarkan Informasi Orang Dalam (Rekomendasi) :
      Biasanya Recruiter akan menginformasikan kepada para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut bahwa sedang dibuka lowongan pekerjaan di perusahaan tempat mereka bekerja tersebut dan diminta untuk disebarluaskan di kalangan keluarga atau teman para karyawan.  Sumber rekrutmen ini layak dipertimbangkan karena beberapa alasan, yaitu:

Para pencari tenaga kerja baru memperoleh bantuan dari pihak internal (karyawan) untuk mencari tenaga kerja baru sehingga dapat menghemat biaya publikasi iklan lowongan.

Para karyawan/Pegawai yang menginformasikan lowongan itu kepada teman atau kenalannya dengan detail dan spesifik sehingga pelamar yang melamar pekerjaan sebagian besar sudah mendekati kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Para pelamar sudah memiliki gambaran tentang perusahaan yang akan dilamar mudah melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan jika lamarannya ternyata diterima.

Dari banyak pengalaman yang dimiliki di beberapa perusahaan lamaran yang berasal dari rekomendasi banyak menunjukkan bahwa pekerja yang diterima melalui jalur ini menjadi pekerja yang baik karena mereka biasanya berusaha untuk tidak mengecewakan orang yang membawa mereka ke dalam perusahaan tersebut.

Lamaran Dari Pemasangan  Iklan :
Pemasangan iklan merupakan salah satu jalur rekrutmen yang paling sering dan paling banyak digunakan. Iklan dapat dipasang diberbagai tempat dan menggunakan berbagai media, baik visual, audio, maupun yang bersifat audio visual, media iklan yang umum digunakan yaitu iklan koran, brosur, website, mailing list, radio, dll.

      Kerjasama dengan Instansi :
     Selain sumber-sumber yang disebutkan di atas, masih ada lagi sumber lamaran yang bisa didapatkan yaitu dengan bekerjasama dengan beberapa instansi seperti Sekolah, Kampus, Disnaker, Aparatur setempat, Head Hunter, Outsourcing dan juga dengan bergabung dengan kegiatan Jobfair yang biasanya diadakan oleh banyak Event Organizer.

Demikianlah strategi sederhana yang umunya dilakukan saat kita akan melakukan kegiatan rekrutment. Nanti saya akan membahas tentang proses seleksi mohon bersabar ya ^^.



No comments:

Post a Comment