The most important part of every business is to know what ought to be
done.
~Lucius Columell
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Hallo Dreamers,
Beberapa waktu yang lalu saya sudah “mengajak” teman-teman untuk
berkenalan dengan HRD, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya salah satu
tugas dan tanggung jawab dari Departemen HRD yaitu menjalankan fungsinya
sebagai Recruitment and Selection (Seleksi dan Rekrutmen) untuk calon karyawan
atau pegawai di sebuah perusahaan.
Kali ini saya akan kembali “mengajak” teman-teman untuk berkenalan lebih
dalam dengan HRD dan kita akan belajar lebih spesifik lagi yaitu mengetahui
lebih detail dari salah satu fungsi HRD sebagai Recruitment and Selection.
Recruitment and Selection di
Departemen HRD
bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan
pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut
di posisi-posisi yang tepat atau bahasa keren-nya put the right man on the right place.
Namun
sebelum melangkah lebih jauh membahas tentang tahapan-tahapan dalam menjalankan
proses rekrutmen tahapan pertama yang harus kita lakukan yaitu membuat Perencaaan SDM terlebih dahulu atau
yang lebih dikenal dengan istilah Manpower
Planning.
Perencanaan SDM atau Manpower
Planning merupakan proses untuk menghitung dan merencanakan jumlah kebutuhan
pegawai yang paling optimal bagi perusahaan. Kegiatan ini merupakan salah satu
langkah awal untuk menciptakan jumlah karyawan yang paling pas dengan kebutuhan
perusahaan. Artinya tidak terlalu berlebih sehingga tidak efisien atau
kekurangan jumlah pegawai sehingga lambat mengantisipasi perkembangan bisnis.
Ada tiga faktor yang harus
dipertimbangkan dalam melakukan perencanaan SDM, yaitu :
Estimasi Jumlah Karyawan
Estimasi jumlah karyawan
yang akan keluar (baik secara alami melalui proses pensiun atau karena yang
mengundurkan diri). Data karyawan yang akan pensiun bisa dilihat dari database
karyawan, sementara tren karyawan yang resign bisa dilihat tren turn over
pegawai dalam tiga tahun terakhir.
Rencana Bisnis Perusahaan
Rencana bisnis perusahaan di
masa mendatang; apakah hendak melakukan ekspansi pasar dan membuka cabang
bisnis baru. Atau justru sebaliknya, akan menghadapi penurunan penjualan
sehingga operasi bisnis akan makin diciutkan. Rencana bisnis ini sangat penting
bagi proses perencanaan kebutuhan jumlah SDM.
Sumber Daya Keuangan Perusahaan
Faktor yang ketiga yang juga
harus dipertimbangkan dalam perencanaan SDM adalah sumber daya keuangan
perusahaan. Apakah perusahaan memiliki anggaran yang cukup memadai untuk
mempertahankan jumlah karyawan atau juga melakukan penambahan. Atau sebaliknya,
kondisi keuangan perusahaan kian sulit sehingga justru harus dilakukan PHK.
Dalam memprediksi jumlah
pegawai yang dibutuhkan, perusahaan bisa menggunakan dua metode, yaitu :
Metode Trend Analysis
Metode ini digunakan untuk
memprediksi kebutuhan rekrutmen baru berdasar trend jumlah karyawan di masa
lalu. Misal : jumlah teknisi pada tiap akhir tahun selama lima tahun
berturut-turut dihitung dan dicatat. Tujuannya untuk mengidentifikasi trend
perkembangan jumlah teknisi yang dibutuhkan dimasa depan. Berdasar angka tren
ini kemudian bisa diperkirakan jumlah pegawai yang perlu direkrut.
Metode Ratio Analysis
Metode ini digunakan untuk memprediksi jumlah
rekrutmen baru berdasar rasio antara
faktor tertentu (misal, jumlah pendapatan) dengan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
faktor tertentu (misal, jumlah pendapatan) dengan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
Misal : Jumlah pendapatan tahun ini
adalah Rp 100 milyar dan jumlah karyawan tahun ini adalah 100 orang;
berarti rasionya adalah 1 karyawan = Rp 1 milyar.
Jika
estimasi pendapatan tahun depan = Rp 110 milyar, maka estimasi kebutuhan
karyawan baru =
10 orang (agar rasio 1 : Rp 1 milyar bisa tetap dipertahankan).
Demikian yang dapat saya share
terkait dengan Manpower Planning, sampai jumpa ditulisan saya berikutnya masih membahas
tentang Recruitment and Selection.
Semoga bermanfaat ^^.
Reference : http://debbyeka.blogspot.com


No comments:
Post a Comment