Monday, June 22, 2015

Me and Psychology


Take chances when you’re young so that you can tell stories when you’re old ~


 Picture : http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-and-love-psychology-60.png



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Beberapa teman dan rekan kerja saya banyak yang mengira bahwa saya lulusan Psikologi atau bahkan Psikolog, ditambah lagi saya aktif disalah satu komunitas Psikologi. Banyak juga  yang bertanya apa hubungan saya dengan Komunitas Psikologi Digital PsikologID atau yang lebih dikenal dengan @PsikologID. Sebelum saya bercerita tentang keterlibatan saya dengan PsikologID terlebih dahulu saya akan berbagi kisah asal mula saya tertarik dengan dunia Psikologi.

Selepas saya lulus SMA saya tidak langsung melanjutkan kuliah namun saya langsung bekerja dan saya saat itu saya diberi kepercayaan  menjadi Recruitment Staff pada HR Department, yang dimana dunia kerja saya 90% berhubungan dengan dunia Psikologi, Psikotes, Konseling, dll.

Saat itu saya hanya bekerja sebagai Staff pembantu Recruiter nya saja,  saya memang tidak melakukan eksekusi kegiatan yang berhubungan langsung dengan Psikologi namun saya menjadi familiar dengan dunia Psikologi dan saat itu seluruh Tim yang satu Departemen dengan saya adalah orang-orang Psikologi  dan ada beberapa Psikolog juga.

Sejak saat itu saya mulai menyukai Psikologi apalagi rekan kerja saya adalah orang-orang yang luar biasa baik hati mau berbagi ilmu dengan saya, mereka mengajarkan banyak hal tentang Psikologi namun tetap dalam koridor dan batas-batas kewajaran dan tidak melanggar kode etik. Tidak jarang juga saya dijadikan “Kelinci Percobaan” oleh mereka, but I’m proud of it…to be a part of the Psychology Experimental hehe….

Setelah tabungan saya cukup, saya berencana untuk melanjutkan studi dan sudah dapat ditebak jurusan apa yang saya minati yaitu jurusan Psikologi. Namun saat saya melakukan survey ke beberapa kampus yang ada jurusan Psikologi nya semua kelas yang ada adalah kelas reguler, sedangkan saya mencari kelas karyawan, yaitu kelas malam atau kelas akhir pekan. 

Dengan berat hati akhirnya saya menyerah, saya merelakan untuk mengambil jurusan yang lain saja karena saat itu jika saya kuliah reguler maka saya tidak dapat bekerja, sedangkan saya harus bekerja untuk membiayai kuliah saya.

Kecewa….ya, saya tidak bohong saat itu saya sangat kecewa namun kesedihan saya tidak berlarut-larut karena saya yakin untuk belajar tidak terbatas hanya di bangku sekolah atau kuliah saja melainkan bisa dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja.  Meskipun pada akhirnya saya mengambil jurusan perkuliahan yang lain namun saya tidak berhenti belajar ilmu Psikologi dan pada akhirnya saat ini saya sudah dapat berbagi ilmu Psikologi dengan orang lain juga.

Ada sebuah kutipan yang berbunyi "When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.”

Jadi, jika ada teman-teman yang gagal meraih salah satu mimpinya....sedih dan kecewa boleh, itu normal, wajar dan manusiawi tapi jangan kelamaan yaa.., segera bangkit dan ciptakan serta kejar mimpi-mimpi yang lainnya ^^.

No comments:

Post a Comment