The future belongs to those who believe in
the beauty of their dreams ~
Picture : http://www.keepcalmandposters.com/posters/1146982.png
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Seperti yang sempat saya singgung di tulisan pembukaan sebelumnya, saya akan sharing mengapa saya memilih nama dream chaser sebagai alamat blog saya lebih tepatnya dream chaser id, yang artinya :
Dream :
Mimpi
Chaser :
Pengejar
Id :
Indonesia
Jadi artinya seorang Pengejar Mimpi
(Pemimpi) yang berasal dari Indonesia / orang Indonesia sederhana bukan hehe…
sebetulnya arti dari kata dream chaser tidak sesederhana itu karena untuk mendapatkan
nama tersebut saya telah melewati beragam proses pengalaman berharga yang luar
biasa yang dimana akan sangat sayang jika pengalaman itu tidak saya bagikan
dengan orang lain.
Saat itu saya kenal dengan seorang karyawan
dari Departemen Maintenance yang berinisial S.M.E atau panggil saja ia Bpk.
Suhaib Marham Effendi (Semoga orangnya tidak marah namanya saya cantumkan :D ),
entah bagaimana awalnya dan apa motivasinya mungkin karena ia melihat hidup
saya tidak terarah dan tanpa tujuan yang jelas, pada suatu hari ia meminta saya
untuk menulis 100 mimpi atau harapan
yang saya inginkan disebuah buku, meskipun awalnya saya tidak mengerti dan saya
sempat nego mengapa harus 100 karena menurut saya terlalu banyak namun akhirnya
saya menuruti saja apa yang ia katakan.
Saya menuliskan 100 mimpi atau harapan saya
dan tentu saja isinya hanya saya yang tahu saya tidak perlihatkan kepada Pak
Suhaib karena sifatnya personal, setelah saya menulis lalu saya laporkan kepada
beliau dan beliau memimta saya untuk membuat time table dari 100 mimpi tersebut
kapan target pencapainya dan ditargetkan diusia berapa saya akan meraih
mimpi-mimpi tersebut.
Lagi…dengan agak bingung dan masih belum
mengerti saya mengikuti saja saran beliau bahkan saat itu saya seolah-olah
sudah dapat melihat gambaran apa saja yang akan saya capai saat saya berusia 48
tahun.
Setelah saya membuat time table, saya
kembali laporan kepada Pak Suhaib (untuk menghindari fitnah saat itu kami
berkomunikasi melalui email kantor dan tidak berbicara langsung). Setelah saya
selesai melapor lalu Pak Suhaib membalas email saya dan berkata “Tunggu,
setelah itu saya akan memberikan instruksi selanjutnya dan bagaimana tahapan
untuk meraih mimpi-mimpi tersebut”.
Akhirnya saya menunggu instruksi
selanjutnya, dan saat itu saya tetap menyimpan daftar mimpi serta target
pencapaiannya di buku catatan saya.
Setelah menunggu cukup lama…..saya
mendapatkan berita bahwa Pak Suhaib mengundurkan diri dari kantor tempat kami
bekerja dan ya memang benar saat saya konfirmasi beliau mengundurkan diri dan sejak
saat itu kami tidak pernah ada komunikasi lagi. Beliau “meninggalkan” saya
dengan daftar mimpi yang saya tidak tahu harus saya apakan tersebut dan juga
tidak memberikan instruksi lagi apa yang harus saya lalukan dengan daftar mimpi
tersebut.
Sebetulnya sejak saat itulah saya mulai menjadi seorang pemimpi dan mengapa akhirnya saya meng-klaim bahwa saya adalah seorang Pengejar Mimpi atau A Dream Chaser (detailnya akan saya tulis di tulisan saya berikutnya), namun seiring dengan kepergian Pak Suhaib
akhirnya saya biarkan buku tersebut tergeletak begitu saja di rak buku dan saya
menjalani hari-hari seperti biasa.


No comments:
Post a Comment