Don’t get confused between what people say you are and
who you know you are. ~
Picture : www.acidstag.com
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Hallo Dreamers, kali ini saya akan sharing
tentang kehidupan pribadi saya…yaaa my personal life but don’t worry is not that
personal and I will not write something related to
narcissism… it will be worthy to be
read, I promise you :D.
Dalam hidup ini saya memiliki banyaaaaak
sekali kekurangan, salah satunya adalah (kata teman saya) saya buta warna, tapi
saya sendiri merasa saya baik-baik saja dan saya tidak buta warna hehe.
Sebetulnya saya memang tidak buta warna karena saya dapat membedakan warna-warna
primer, masalahnya adalah…..saya agak kesulitan untuk membedakan gradasi warna.
jujur
saya akui hal ini cukup menganggu dalam kegiatan saya sehari-hari karena sering
kali saya berbeda pendapat tentang warna akan barang-barang yang ada diseputar
kegiatan saya, misal saya kesulitan membedakan warna karton untuk membuat tugas
kuliah misal dosen minta karton warna kuning saya malah beli warna orange, lalu
misal ada undangan pertemuan diminta untuk memakai Dress Code warna orange saya malah memakai warna merah, dan contoh
yang paling sederhana adalah saya kesulitan jika melakukan mix and match untuk pakaian yang saya kenakan makanya jika
teman-teman pernah bertemu saya dan mungkin “ngeh” bahwa ada 2 ciri khas ketika
saya berpakaian :
Pertama kalau pakai baju saya biasanya menggunakan warna
yang sama dari ujung kepala sampai ujung kaki kalau dibayangkan mirip lemper
atau arem-arem hehe karena saya malas
memakai warna yang berbeda alias takut
salah.
Kedua sekalinya saya mencoba memakai beberapa warna biasanya agak-agak
nabrak sedikit :D.
Catatan (Sekilas Info Penting Gak Penting) :
Saya
sekarang sudah belajar sedikit-sedikit tentang mix and match dan fashion jadi
sepertinya sudah mendingan dalam hal
padu padan pakaian (menurut saya), rencananya nanti saya akan share juga dengan
teman-teman ditulisan saya berikutnya ya, mohon bersabar ^^.
Baiklah back to the topic....jadi keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat
saya mengetahui kekurangan saya ini hingga pada akhirnya mereka tidak akan pernah mempercayakan saya
untuk memilih warna dan merekapun beranggapan kalau saya buta warna padahal
sesunggunya saya tidak buta warna, sekali lagi saya tekankan bahwa saya hanya
memiliki kendala dalam membedakan gradasi warna. Namun lama-kelamaan saya lelah
untuk mejelaskan kepada mereka, saya pasrah dan akhirnya melekat lah “Cap” pada diri saya
bahwa saya satu-satunya wanita yang buta warna karena memang pada umumnya
penderita buta warna adalah kaum Pria.
Beberapa waktu yang lalu, saat saya sedang
membuka Facebook tanpa sengaja saya melihat salah seorang teman Facebook saya
meng-Share sebuah gambar seperti
berikut ini :
Picture : Facebook
Dan…..Aaaaah rasanya saya seperti kehujanan
bintang, seperti hujan salju di padang pasir (Entahlah ini peribahasa benar
atau tidak yang penting teman-teman dapat membayangkan bahwa saya merasa
seperti mendapatkan pencerahan).
Digambar tersebut diperlihatkan sebuah bagan
bahwa ternyata Pria dan Wanita itu memiliki sudut pandang yang berbeda saat
mereka melihat sebuah warna. Dan itulah yang terjadi dengan saya, sebetulnya
saya tidak buta warna namun saya memiliki sudut pandang yang berbeda dengan
orang kebanyakan saat saya melihat warna. Yaaa kalau diperhatikan memang masih
agak mengganjal sih karena ternyata cara saya melihat warna itu sama seperti
cara Pria melihat warna padahal jelas-jelas saya wanita 1,000% -__- , di
gambar itu dijelaskan bahwa kami (saya dan para Pria) melihat warna secara umum
tidak mendetail seperti para wanita. Meskipun saya tidak tahu pasti kebenaran
gambar tersebut tapi setidaknya saya merasa sedikit lega karena hal ini dapat
mengembalikan harga diri saya yang sempat tercoreng-moreng selama bertahun-tahun
lamanya *Duh maaf kalau saya lebay hehe
Moral cerita :
Mungkin teman-teman sudah paham bahwasannya
dalam hidup perbedaan itu pasti ada, yaa karena perbedaan itu Sunatullah dan kita harus dapat
menerimanya, disisi lain kita juga tidak dapat menyalahkan seseorang jika ia
tidak satu pandangan dengan kita dan kita pun tidak dapat memaksakan kehendak agar
ia mengikuti pendapat kita.
Jika kita melihat pandangan teman kita akan
sesuatu itu memang salah alangkah bijaksananya jika kita memberikan pemahaman
dengan cara baik-baik dan berikan
bukti-bukti nyata sebagai pendukung bahwa pendapat kita lebih baik dan akan
membawa kebaikan. Salah satu hal yang indah dalam hidup ini adalah ketika kita memiliki perbedaan namun kita dapat menciptakan
harmoni yang selaras di atas perbedaan tersebut.
Sama hal-nya dengan sahabat-sahabat saya
meskipun saya sering salah memilih warna mereka tidak pernah menyalahkan,
paling saya dijadikan bahan ejekan dan ditertawakan dan dimaklumi *Jangan ditiru yaaa..
Sebagai penutup, saat ada teman kita yang
memiliki kekurangan jangan permalukan ia dengan kekurangannya tersebut, saat
ada teman kita yang memiliki aib jangan sebarkan aib nya tersebut namun
bantulah ia agar dapat memperbaiki kekurangannya, bantu ia agar segera merubah
dirinya sehingga tidak akan bertambah aibnya.
Just remember that sometimes, the way you
think about a person isn’t the way they actually are.
Sekian dari saya, maaf kalau
kepanjangaan….semoga bermanfaat ^^


Kisahnya unik mbak, karena dalam hidup sy belum pernah mempunyai teman seperti Mbak....Memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengklaim warna
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir Ukhti....hehe iya memang aneh tapi ini nyata teman² saya juga pada bingung, tapi sekarang mereka sudah tidak bisa bilang saya buta warna lagi :D
DeleteCerita yang unik. Makasib banyak Mba sudah mau berbagi. Saya setuju, ya ... tak ada orang yang terlahir sama. Pun pikiran, sudut pandang, setiap orang berbeda-beda. Saya baru tahu kalau prespektif warna pria dan wanita itu berbeda.
ReplyDeleteTerima kasih sudah menyempatkan membaca, iya saya juga baru tahu tentang perfektif warna antara pria dan wanita, meskipun belum tahu pasti kebenarannya tapi membuat saya merasa lebih baik sekarang hehe
Delete