Tuesday, August 18, 2015

Wudhu ~ More Than Just an Ablution



“Barang siapa yang ber Wudhu dan membaguskan Wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” 
(HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)




Picture : https://kitamuslim1.files.wordpress.com


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis tentang pentingnya mengetahui arti serta makna dari bacaan Sholat agar kita dapat lebih khusyuk dalam melaksanakan Sholat dan juga kita menjadi lebih bersungguh-sungguh karena Sholat itu sendiri adalah doa yang kita panjatkan kepada Allah agar senantiasa kita mendapatkan pengampunan serta mengharapkan rahmat serta ridho hanya dari Allah semata.

Senada dengan tulisan saya sebelumnya tentang pentingnya kita mengetahui segala makna, maksud dan tujuan akan sesuatu yang telah, sedang dan akan kita lakukan, kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu yang saya peroleh ketika membaca Jurnal yang ditulis oleh Prof. Dr. Leopold Werner Von Ehrenfels, seorang Psikiater dan sekaligus Neurology berkebangsaan Austria, kali ini saya akan berbagi tentang makna serta manfaat dari salah satu proses bersuci, yaitu Wudhu.

Rasulullah menyuruh umatnya untuk menyempurnakan Wudhu, ternyata memang banyak kesalahan ber Wudhu yang sering kita lakukan karena masih belum memahami makna dan fakta menakjubkan di balik menyempurnakan Wudhu.

Saya baru tahu bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar dan dari sinilah ditemukannya  hikmah di balik Wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.

Selain itu, ahli syaraf/neurologist pun telah membuktikan dengan air Wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.

Perhatikanlah bahwa anggota tubuh yang wajib dan sunah dibasuh air Wudhu merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak titik-titik akupuntur, setelah dihitung-hitung… ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota Wudhu.
Ratusan titik akupunktur tersebut bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan Wudhu.

Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). Masya Allah... Bayangkan jika kita melakukan hal tersebut setiap hari paling sedikit 5 kali sehari.

Berikut ini beberapa gerakan Wudhu yang sering salah kita lakukan, begini  menyempurnakannya:

1. Rangsangan di Tangan & Kaki

Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak kaki & tangan, apakah sela-sela jari tangan dan kaki sering kita abaikan? kita sering sekadar cuci tangan di bawah pancuran air tanpa menggosok-gosoknya,  padahal ada fakta menarik yang perlu diketahui, yaitu di antara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset pakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulasi bio energi (Chi) guna membangun homeostasis (keseimbangan). Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak dan jari jemari kaku. 

2. Membersihkan Rongga Hidung

Selanjutnya, hal yang sering diabaikan dalam Wudhu adalah menghirup air ke dalam hidung, kita sering kali hanya membasuh hidung, dan tidak menghirup air masuk ke rongga hidung kemudian mengeluarkannya kembali (istinsyaaq). Penelitian dari Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yang ber Wudhu secara continue, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Lubang hidung merupakan tempat yang rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara continue dan melakukan istinsyaaq (memasukkan air kedalam hidung kemudian mengeluarkannya ketika ber Wudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri.

3. Berkumur-kumur

Yang tak kalah penting adalah kumur-kumur dan bahkan Rasulullah menganjurkan setiap kali akan Sholat. Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan.  Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.

4. Reseptor Syaraf Telinga

Lain lagi tentang telinga, kita sering kali hanya membasahi telinga, padahal di daun telinga ternyata terkandung banyak sekali titik reseptor syaraf telinga, maka itu saat menyapu telinga jangan hanya membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga.

Jelas bahwa menyempurnakan Wudhu sungguh bermanfaat luar biasa untuk diri kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnakan Wudhu.




Semoga bermanfaat ^^



Thursday, August 13, 2015

A Contemplation

The more peace we have within our own lives, the more we can reflect into the outer world~





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Saya yakin bahwa kita semua pernah bahkan sering berbicara dengan diri kita sendiri atau bahasa kerennya dikenal dengan istilah self talk, yaa….setiap hari kita selalu bekomunikasi dan berdiskusi dengan diri kita sendiri terkait semua hal yang sudah, sedang dan akan kita lakukan, ada kalanya kita melakukan sel ftalk sebelum mengambil sebuah keputusan, saat kita menyesal, bingung, sedih, dll.

Disisi lain banyak juga diantara kita yang melakukan self talk sebagai salah satu media untuk menyemangati diri sendiri, memberikan dukungan dan dorongan agar lebih percaya diri, lebih positif, dll.

Selain suka berbicara dengan diri sendiri apakah teman-teman ada yang  pernah merenungkan tentang diri teman-teman sendiri…sebuah renungan tentang diri kita.

Beberapa waktu yang lalu ada salah seorang sahabat yang mengirimkan sebuah renungan dialog hati tentang diri kita yang bersumber dari  Ust. Aan Chandra Thalib, setelah saya membacanya rasanya campur aduk….ironis…sebuah ironis tentang diri kita, sebuah renungan yang sayang jika tidak saya bagikan dengan teman-teman.


Sebuah Renungan


Dirimu adalah sebuah dunia yang unik
Saat engkau mencintai seseorang, maka engkau memandang orang itu bak seorang raja
Namun saat engkau membencinya, maka pandangan itu berubah, dari seorang raja menjadi sosok syaithan yang menjijikkan

Engkau mengira dunia berubah
Padahal engkaulah yang berubah

Disaat dirimu bahagia, engkaupun melihat dunia seolah tersenyum
Namun disaat dirimu mengalami fase jenuh
Maka dunia dimatamu seolah menangis..
Semua bagai hidup dalam pekat gelap
Padahal dunia tak pernah menangis dan tertawa
Engkaulah yang tertawa dan menangis.

Kasihan sekali dirimu
Bila menganggap benci membuatmu kuat
Iri membuatmu terlihat pintar
Dan sifat keras menjadikanmu manusia terhormat

Belajarlah untuk tersenyum bersama orang-orang disampingmu
Menyertai mereka dalam suka dan duka
Hiduplah disisi mereka
Bergaullah dengan mereka
Belajarlah untuk tidak bersikap masa bodoh dengan memberi salam pada setiap orang yang lewat dihadapanmu

Jangan berteriak dan menghardik bila sahabatmu lambat, mungkin saja dia lelah
Jangan memutus persahabatan bila dia salah
Karena dia bukan malaikat, hanya manusia biasa sepertimu.

Jangan kecewa bila engkau kehilangan sesuatu yang berharga
karena bila engkau rugi dalam satu perniagaan
Maka ingatlah engkau telah mendapat untung dalam perniagaan yang lain
Bagaimanapun pahitnya hidup….. tetaplah tersenyum..
Jangan lupa, segalanya tercatat dalam lebaran takdir, sebelum engkau menjadi satu dari miliyaran manusia

Meski esok masih sesuatu yang ghaib, tetap mimpikan hal yang terindah
Karena esok adalah hari yang baru
Bila engkau ditakdirkan berumur panjang, berarti esok adalah dirimu yang baru

Pernakah engkau mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi :
“Ridho manusia adalah sebuah cita yang tidak dapat dicapai”

Seringkali ungkapan ini disampaikan setengah-setengah. Padahal bila ungkapan ini disampaikan seutuhnya maka ungkapan ini merupakan ungkapan yang mengandung makna yang sangat luar biasa, yaitu:

“Ridho manusia adalah satu cita yang tidak dapat dicapai, sedangkan ridho Allah adalah satu cita yang tidak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu dicapai, dan capailah apa yang tidak sepatutnya ditinggal.”


Ingat….

Tak perlu wajah yang indah untuk menjadi tampan
Tidak juga dengan selalu memuji untuk jadi orang yang dicintai
Tidak harus kaya untuk bahagia
Cukuplah bila Allah meridhoimu
Dengan begitu Dia akan menjadikanmu orang yang tampan, dicintai dan bahagia

Bila engkau benar dalam 99 masaalah dan salah dalam satu masaalah, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan meninggalkan 99 lainnya.
Begitulah laku manusia…

Tapi bila engkau salah dalam 99 masaalah dan benar dalam 1 masaalah, maka Allah akan mengampunimu dengan satu kebaikan itu karena kemurahaa-Nya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya.
Begitulah kasih Allah..

Jadi… mengapa engkau sibuk dengan manusia lalu menjauh dari Allah ?



Semoga bermanfaat ^^