Thursday, August 13, 2015

A Contemplation

The more peace we have within our own lives, the more we can reflect into the outer world~





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Saya yakin bahwa kita semua pernah bahkan sering berbicara dengan diri kita sendiri atau bahasa kerennya dikenal dengan istilah self talk, yaa….setiap hari kita selalu bekomunikasi dan berdiskusi dengan diri kita sendiri terkait semua hal yang sudah, sedang dan akan kita lakukan, ada kalanya kita melakukan sel ftalk sebelum mengambil sebuah keputusan, saat kita menyesal, bingung, sedih, dll.

Disisi lain banyak juga diantara kita yang melakukan self talk sebagai salah satu media untuk menyemangati diri sendiri, memberikan dukungan dan dorongan agar lebih percaya diri, lebih positif, dll.

Selain suka berbicara dengan diri sendiri apakah teman-teman ada yang  pernah merenungkan tentang diri teman-teman sendiri…sebuah renungan tentang diri kita.

Beberapa waktu yang lalu ada salah seorang sahabat yang mengirimkan sebuah renungan dialog hati tentang diri kita yang bersumber dari  Ust. Aan Chandra Thalib, setelah saya membacanya rasanya campur aduk….ironis…sebuah ironis tentang diri kita, sebuah renungan yang sayang jika tidak saya bagikan dengan teman-teman.


Sebuah Renungan


Dirimu adalah sebuah dunia yang unik
Saat engkau mencintai seseorang, maka engkau memandang orang itu bak seorang raja
Namun saat engkau membencinya, maka pandangan itu berubah, dari seorang raja menjadi sosok syaithan yang menjijikkan

Engkau mengira dunia berubah
Padahal engkaulah yang berubah

Disaat dirimu bahagia, engkaupun melihat dunia seolah tersenyum
Namun disaat dirimu mengalami fase jenuh
Maka dunia dimatamu seolah menangis..
Semua bagai hidup dalam pekat gelap
Padahal dunia tak pernah menangis dan tertawa
Engkaulah yang tertawa dan menangis.

Kasihan sekali dirimu
Bila menganggap benci membuatmu kuat
Iri membuatmu terlihat pintar
Dan sifat keras menjadikanmu manusia terhormat

Belajarlah untuk tersenyum bersama orang-orang disampingmu
Menyertai mereka dalam suka dan duka
Hiduplah disisi mereka
Bergaullah dengan mereka
Belajarlah untuk tidak bersikap masa bodoh dengan memberi salam pada setiap orang yang lewat dihadapanmu

Jangan berteriak dan menghardik bila sahabatmu lambat, mungkin saja dia lelah
Jangan memutus persahabatan bila dia salah
Karena dia bukan malaikat, hanya manusia biasa sepertimu.

Jangan kecewa bila engkau kehilangan sesuatu yang berharga
karena bila engkau rugi dalam satu perniagaan
Maka ingatlah engkau telah mendapat untung dalam perniagaan yang lain
Bagaimanapun pahitnya hidup….. tetaplah tersenyum..
Jangan lupa, segalanya tercatat dalam lebaran takdir, sebelum engkau menjadi satu dari miliyaran manusia

Meski esok masih sesuatu yang ghaib, tetap mimpikan hal yang terindah
Karena esok adalah hari yang baru
Bila engkau ditakdirkan berumur panjang, berarti esok adalah dirimu yang baru

Pernakah engkau mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi :
“Ridho manusia adalah sebuah cita yang tidak dapat dicapai”

Seringkali ungkapan ini disampaikan setengah-setengah. Padahal bila ungkapan ini disampaikan seutuhnya maka ungkapan ini merupakan ungkapan yang mengandung makna yang sangat luar biasa, yaitu:

“Ridho manusia adalah satu cita yang tidak dapat dicapai, sedangkan ridho Allah adalah satu cita yang tidak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu dicapai, dan capailah apa yang tidak sepatutnya ditinggal.”


Ingat….

Tak perlu wajah yang indah untuk menjadi tampan
Tidak juga dengan selalu memuji untuk jadi orang yang dicintai
Tidak harus kaya untuk bahagia
Cukuplah bila Allah meridhoimu
Dengan begitu Dia akan menjadikanmu orang yang tampan, dicintai dan bahagia

Bila engkau benar dalam 99 masaalah dan salah dalam satu masaalah, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan meninggalkan 99 lainnya.
Begitulah laku manusia…

Tapi bila engkau salah dalam 99 masaalah dan benar dalam 1 masaalah, maka Allah akan mengampunimu dengan satu kebaikan itu karena kemurahaa-Nya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya.
Begitulah kasih Allah..

Jadi… mengapa engkau sibuk dengan manusia lalu menjauh dari Allah ?



Semoga bermanfaat ^^

No comments:

Post a Comment