Friday, November 10, 2017

Keep Standing Tall




Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,


Hallo Dreamers, pada tanggal 04 November 2017 kemarin saya dan teman-teman Liqo mendapatkan amanah untuk menjadi panitian Liqo gabungan dan juga diminta untuk mengundang pembicara dari luar, Alhamdulillah salah satu dari teman kami mempunyai kenalan seorang Ustadzah yang sangat inspiratif sekali yakni Ustadzah Tri Handayani.
Tema Liqo pekan lalu adalah “Tegar Di Jalan Dakwah”, namun sebelum Ustadzah atau yang familiar dengan panggilan Ummi Tri memulai materi,  beliau bercerita tentang kondisi beliau yang dimana ternyata beliau adalah seorang Cancer Survivor sampai detik ini pun beliau masih berjuang melawan penyakit kanker. Tidak tanggung-tanggung ada 7 jenis kanker yang “menyerang” tubuh beliau.

Beliau sudah berkali-kali menjalani operasi, sempat koma hingga 7 hari, divonis tidak akan memiliki keturunan dan bahkan diprediksi tidak akan memiliki usia yang panjang, itu prediksi ilmu manusia…. qodarulloh beliau masih dapat berdiri tegaksampai  saat ini untuk berbagi ilmu dengan kami suami dan saat ini beliau sudah memiliki 2 orang putra yang sudah beranjak dewasa.

Saat ini Ummi Tri mendedikasikan dirinya untuk berdakwah , dengan kondisi fisik yang sedemikian rentan namun semangat beliau yang membara dapat mengalahkan semuanya ditambah lagi dengan adanya dukungan dari suami serta putra-putra beliau yang luar biasa. Jujur saya dan teman-teman yang hadir tidak dapat menahan air mata kami untuk menetes mendengar kisah hidup beliau. Air mata haru dan takjub yang luar biasa sehingga kami merasa “malu hati” jika melihat kondisi fisik kami yang Alhamdulillah diberikan kesehatan oleh Allah namun masih saja “jalan di tempat” dalam kegiatan dakwah.

Setelah bercerita sedikit seputar kisah hidupnya Ummi Tri pun berbagi ilmunya dengan kami sesuai dengan tema yang kami usung yakni “Tegar Di Jalan Dakwah”, berhubung kemarin saat menghadiri Liqo Gabungan saya sambil membawa anak dan merangkap menjadi Seksi Dokumentasi, maka saya tidak sempat mencatat poin-poin penting dari materi yang diberikan, namun Alhamdulillah sambil menggendong anak saya sempat mendengarkan ceramah dan memotret slide beliau yang kurang lebih materinya seperti dibawah ini setelah saya sunting seperlunya namun tidak merubah  inti dari materinya :






“Tegar Di Jalan Dakwah” Oleh Ustadzah Tri Handayani


Landasan berdakwah    : Amar ma'ruf dan Nahi munkar (QS. Al-Imran: 104)

Mengapa harus berdakwah :

  1. Sudah menjadi sunnatullah - dakwah akan terus ada, berdakwah tidak melulu dengan cara ceramah dan harus menjadi  Ustadzah karena inti berdakwah adalah "mengajak".
  2. Melanjutkan dakwah Rasulullah SAW.
  3. Menegakkan khilafah islamiyah.
  4.  Menghadapi dan mencari solusi dari kondisi umat saat ini.
  5.  Menghadang & melawan segala bentuk kemungkaran.
  6. Mengkawal hukum islam dalam pengamalannya di tengah umat.
  7. Menghadapi musuh-musuh Allah SWT dengan berbagai kelicikan mereka.

Tingkatan dakwah terdiri dari :

  1. Dakwah fardhiyah/pribadi.
  2. Dakwah keluarga.
  3. Dakwah masyarakat.
  4. Dakwah umat.

Karakter jalan dakwah yaitu :

  1. Keras, terjal, panjang, dan berliku.
  2. Penuh ujian dan cobaan yang menghadang.
  3. Lelah, kurang istirahat, hasilnya tidak dapat langsung dilihat/dinikmati.
  4. Pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, air mata, darah, hingga nyawa.
  5. Banyak yang mencemooh, menghina, dan menghujat.
  6. Tidak banyak yang mau mengikuti/sedikit pengikutnya

Keutamaan dakwah yaitu :

  1.  Dakwah menjadi utama karena ia adalah Muhimmatur Rasul (tugas para nabi dan rasul.
  2. Dakwah adalah Ahsanul Amal (sebaik-baik amal).
  3. Dengam berdakwah seorang muslim meraih meraih pahala yang teramat besar (Al husnul 'alal ajri al azhim) dan kenikmatan abadi di surga-Nya.
  4. Dakwah dapat menyelamatkan da'i dari adzab Allah SWT dan pertanggungjawaban di akhirat.
  5.  Dakwah adalah jalan menuju terbentuknya Khairu Ummah (umat yang terbaik).
  6. Dakwah membawa seorang da'i pada kehidupan Rabbaniyah (Al hayah ar rabbaniyah) dan menuju pada kehidupan barakah (Al hayah al mubarakah).

Karakter yang diperlukan dalam berdakwah :

  1. Memiliki iman yang kuat.
  2. Memiliki ahlaqul karimah.
  3.  Sabar dan ikhlas.
  4. Cerdas dan berwawasan luas.

Kiat tegar di jalan dakwah :

  1. Interaksi dengan Alquran (QS. 25: 32-33).
  2. Iltizam (komitmen) dengan syariat dan amal shalih (QS. 14:27).
  3. Banyak berdoa (QS. 2:186).
  4. Senantiasa berdzikir kepada Allah (QS. 8:45)
  5. Kuatkan tarbiyah :
a)     Tarbiyah imaniyah (pembinaan).
b)     Tarbiyah ilmiyah (ilmu).
c)      Tarbiyah wa'iyah (sadar).
d)     Tarbiyah  mutadarijjah (bertahap).

  1. Berada di antara kader-kader dakwah yang tegar (QS. 9:16).
  2. Yakin akan pertolongan Allah dan masa depan milik islam (QS. 3:146).
  3. Aktif melakukan amal shalih bagi diri, keluarga, masyarakat, dan umat.

Saya pribadi sering berpikir dan berkata kepada diri sendiri “Ahh ga bisa dakwah”, “Aah bukan Ustadzah”, “Aah repot ngurus suami”, “Aah repot ngurus anak” dan banyak alasan-alasan lainnya yang membuat saya urung berdakwah, Astaghfirulloh…….padahal dakwah tidaklah sesulit seperti yang saya bayangkan asalkan ada niat yang kuat dan keinginan yang dapat  direalisasikan, berdakwah bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan juga  dari lingkungan serta orang-orang terdekat kita.

Melihat Ummi Tri dengan segala keterbatasannya beliau mampu berdakwah dan membuat dirinya berguna bagi orang lain dalam rangka mengharap ridho Illahi rasanya diri ini bagaikan dicambuk dan wajah ini seperti ditampar-tampar. Oiya pada saat sesi tanya jawab kemairn ada yang bertanya seputar  tips bagaimana caranya Ummi Tri dalam mengatur waktunya antara mengurus keluarga serta  aktifitas berdakwah dan inilah tips dari beliau :

Kiat-kiat manajemen waktu (sebagai Da'iyah, ibu, dan istri) :

  1. Komunikasi antar anggota keluarga itu penting,  semua anggota keluarga kita setidaknya harus memahami jadwal kita dan terlebih harus memahami urgensi berdakwah. Tak hadirnya kita di rumah bukan berarti kita tak memberikan perhatian untuk keluarga.
  2. Ukur skala prioritas. Kesibukan tak akan menjadi halangan jika kita telah memiliki skala prioritas / manajemen waktu yang baik.
  3.  Tidak ada loss time. Ingat tak ada yang sia-sia jika kita beramal murni untuk keridhaan Allah (dalam hal ini berdakwah).
  4. Biasakan untuk muhasabah diri untuk menghindari Futuur Iman.


“Aku menyebutnya pelangi. Hidupku adalah silih bergantinya warna pelangi yang memberi makna berbeda-beda dalam hidupku. Orang bilang pelangi punya tujuh warna primer yang cerah. Tapi aku menambahkan warna hitam di dalamnya. Ya, hitam selalu tersisih. Kita sering menyebut hal negatif dengan hitam, padahal hitam hanyalah tampak dalam pandangan kita. Ada banyak warna di balik warna hitam. Warna pelangi tidak akan indah jika tidak ada warna hitam di langit sebelum datangnya pelangi. Inilah kisah pelangiku.”


Kutipan di atas adalah tulisan Ustadzah Tri Handayani dalam bukunya yang berjudul “Mengejar Pelangi” yang ditulis bersama dengan Pipiet Senja.

Semoga semangat serta ilmu yang beliau sampaikan dapat menginspirasi kita semua agar tidak menunda-nunda dalam berbuat kebaikan dan juga tidak lelah dalam berdakwah, semoga bermanfaat.



Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.


No comments:

Post a Comment