Tuesday, March 22, 2022

Indahnya Ramadhan Bersama Buah Hati




Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,

 

Ramadhan tiba

Ramadhan tiba

Ramadhan tiba


Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

 

Ramadhan tiba semua bahagia

Tua dan muda bersuka cita

Bulan ampunan bulan yang berkah

Bulan terbebas api neraka

Andaikan saja Ramadhan semua

Bulan yang tiba bulan yang ada

Karena besarnya setiap pahala

Yang di janjikan kepada kita

 

Itu adalah penggalan lirik lagu Opick yang berjudul “Ramadhan Tiba” yang rasanya sangat pas sekali dengan momen saat ini yaitu sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan bertabur pahala.

Dulu saat saya kecil saya selalu excited dalam menyambut bulan Ramadhan, tapi bukan karena mengejar pahala melainkan karena  bulan Ramadhan uang jajan biasanya utuh, selain itu setiap hari suka hunting takjil atau mengumpulkan berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa walaupun pada kenyataannya nanti pas buka tidak dimakan semua karena keburu kenyang. Dan puncak dari bulan Ramadhan tentu saja adalah hari lebaran yang dimana bisa berkumpul dengan saudara-saudara dan juga mendapatkan salam tempel (dulu waktu kecil pikirannya gak jauh-jauh dari makanan dan uang jajan hehehe).

Waktu berlalu dengan begitu cepat, jika dulu saya adalah seorang anak kecil yang selalu bersemangat dalam menyambut bulan Ramadhan, maka beberapa tahun belakangan ini saya adalah seorang Ibu yang harus menciptakan suasana  agar anak-anak saya juga ikut bersemangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Meskipun mereka belum baligh tapi sebagai orang tua saya memiliki kewajiban untuk mengenalkan tentang keutamaan berpuasa kepada anak-anak.

Pada tanggal 20 Maret 2020 saya berkesempatan untuk mengikuti Seminar Parenting dengan tema : “Indahnya Ramadhan Bersama Buah Hati”. Pembicaranya adalah Ustadz Aries Setyawan yaitu seorang motivator pendidikan dan juga pakar parenting. Materi yang dibahas adalah tentang peranan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya saat Ramadhan. Dan berikut ini beberapa poin penting yang saya catat dan ingin bagikan dengan teman-teman semua yang sudah memiliki buah hati.

6 Langkah Asyik Dampingi Anak Saat Ramadhan

1. Membuat Jadwal Harian

Buat jadwal kegiatan harian anak-anak mulai dari bangun tidur dipagi hari sampai dengan tidur kembali diwaktu malam. Dan tentu saja kegiatan-kegiatan harian tersebut disesuaikan dengan kegiatan dibulan Ramadhan.  Lalu jangan lupa untuk selalu mengontrol dan juga mengevaluasi apakah kegiatan-kegiatan yang telah dibuat itu dilaksanakan dengan baik atau tidak.

2. Mendekorasi Rumah

Kegiatan mendekorasi rumah merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan yang dapat dilakukan bersama anak-anak, selain melatih daya imajinasi serta kreatifitas anak juga dapat menjadi media untuk bonding antara orang tua dan anak-anak. Misalnya adalah dengan membuat poster Ramadhan untuk di tempel di pintu atau ditembok, membuat hiasan gantung, dll.

3. Latih Kepedulian Sosial

Selain mengenalkan keutamaan berpuasa, bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melatih kepedulian sosial kepada anak. Misalnya adalah dengan menyisihkan uang jajan untuk ditabung yang selanjutnya nanti digunakan untuk sedekah, berbagi takjil, berbuka bersama dengan anak yatim, dll.

4. Merancang Menu Ramadhan

Salah satu kegiatan seru yang dapat dilakukan di bulan Ramadhan adala menyiapkan makanan untuk berbuka bersama-sama sambil menunggu waktu berbuka tiba. Para orang tua dapat melibatkan anak dalam merancang menu, lalu berbelanja bersama, memasak, dll.

5. Sibukkan Dengan Aktivitas Kebaikan

Agar anak tidak merasa bosan dan untuk mengalihkannya dari rasa lapar ketika berpuasa kita dapat membuat rangkaian kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian anak. Misalnya adalah dengan melekukan kegiatan-kegiatan positif seperti mengaji, sholat sunnah, mendengarkan kajian, mendaftarkannya mengikuti kegiatan pesantren kilat, dll.

6. Variasikan Dengan Permainan Islami

Selain menyibukkan anak-anak denga aktivtas kebaikan seperti yang disebutkan di atas, kita juga bisa membuat permainan islami untuk dimainkan bersama anak-anak. Selain untuk mengisi waktu juga dapat bermanfaat untuk menambah wawasan anak. Misalnya adalah dengan tanya jawab seputar sejarah agama islam, siroh nabi, sambung ayat al-qur’an, tebak nama-nama surat dalam al-qur’an, dan lain sebagainya.

Naah itulah beberapa tips untuk para orang tua dalam mendampingi anak di bulan Ramadhan. Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.

 

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.

 

Wednesday, March 2, 2022

Look Inside

 


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,

Hallo teman-teman semua apa kabar? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat yaaa. Kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman pribadi saya yang mungkin di luar sana ada juga teman-teman yang merasakan hal yang sama, yaitu tentang sebuah perasaan yang membuat kita merasa tertinggal jauh oleh pencapaian orang-orang yang berada di sekitar kita.

Pertengahan tahun lalu, saat saya memutuskan untuk kembali mengaktifkan beberapa akun Social Media saya, banyak sekali teman-teman lama yang menyapa dan juga bertukar cerita. Sebagian besar dari mereka bertanya selama ini saya kemana saja, lalu kegiatan saya saat ini apa, tinggal dimana, dll. Maklum saja mereka penasaran karena selain memutuskan untuk menutup akun Social Media selama kurang lebih 3 tahun lamanya, saya juga mengganti nomor ponsel saya dan memang tidak ada yang tahu nomor saya yang baru selain keluarga dekat saja.

Dari sekian banyak teman lama yang menyapa ada beberapa teman yang katanya merasa "iri" dengan kehidupan saya saat ini karena saya sudah berada pada posisi yang nyaman dan sudah tidak sedang "berjuang" lagi. Padahal tanpa mereka tahu sampai detik ini pun saya masih berjuang dengan kehidupan saya namun mungkin jenis perjuangannya saja yang berbeda dengan mereka.

Saya berjuang melewati masa-masa sulit saat menjadi seorang Ibu baru, merasakan dilema yang luar biasa ketika sempat menjadi Working Mom, lalu merasa lelah ketika membesarkan anak-anak dengan jarak yang berdekatan, dll. Bukannya saya tidak bersyukur tapi saya hanya memberitahukan keadaan yang sesungguhnya bahwa saya pernah melewati masa-masa sulit dan pernah merasa tidak baik-baik saja.

Selain itu saya juga pernah merasakan insecure yang luar biasa ketika saya merasa hidup saya yaa begini-begini aja. Diam di rumah fokus membersamai anak-anak, merasa tidak memiliki skill dan prestasi, merasa tertinggal, dan lain sebagainya. Tapi  ketika melihat kebelakang setelah saya berhasil melalui masa-masa sulit tersebut justru sekarang saya merasa bangga kepada diri saya sendiri karena telah berhasil melalui semua itu.

Begitupun dengan kehidupan teman-teman saya yang katanya merasa hidupnya biasa-biasa saja, justru saya melihatnya mereka luar biasa, misalnya adalah ketika mereka berkata :

"Ibu enak banget sekarang hidupnya, kalau aku mah gini-gini aja belum ada perubahan apa-apa".

(Padahal dulu ia adalah seorang Staf Administrasi sekarang sudah menjadi Marketing Assisstant Manager).

"Ibuuu seneng yaa sekarang udah stay di rumah aja sambil ngurus suami dan anak, gak mikirin kerjaan lagi."

(Padahal dulu saat saya rekrut ia baru lulus SMK bahkan KTP saja belum punya, sekarang sudah menjadi konsultan pajak).

"Doain aku ya Bu biar makin berkembang lagi dan punya karir yang bagus, soalnya sekarang kerjaan rasanya masih gini-gini aja belum mapan”.

(Padahal dulu saat pertama kali saya interview ia masih kuliah semester 2 dan saya rekrut sebagai Call Center Agent, sedangkan sekarang ia sudah menjadi seorang Business Development Manager dan sedang menyelesaikan Thesis S2 nya).

Dari situ saya belajar, bisa jadi kita merasa kehidupan kita biasa-biasa saja karena kita terlalu sering membandingkan kehidupan kita dengan orang lain dan hal itu tanpa disadari membuat kita merasa minder, merasa lemah, dan merasa tidak mampu. Padahal yang sebetulnya terjadi adalah bisa saja apa yang orang lain tampilkan adalah hanya hasil akhir yang indah-indahnya saja dan tidak memperlihatkan sisi lain saat sedang berdarah-darahnya.

Sebetulnya sah-sah saja jika kita ingin mencari motivasi dan inspirasi dari kehidupan orang lain, tapi jangan sampai hal itu membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri apalagi sampai membuat kita merasa rendah diri, coba lihat kedalam diri lebih dalam lagi sebetulnya kita tidak seburuk apa yang kita pikirkan.

Mulai saat ini coba rubah mindset kita untuk tidak membandignkan diri kita dengan orang lain, namun coba bandingkan diri kita hari ini dengan diri kita hari kemarin.

Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin atau malah sebaliknya?

 Apakah kita sudah memperbaiki kesalahan-kesalahan kita di masa lalu atau malah sebaliknya?

Apa saja pencapaian-pencapaian yang selama ini sudah dapat kita raih?

Setelah kita melihat kedalam diri kita apakah kita masih merasa bahwa hidup kita begini-begini saja tanpa adanya perubahan?

Dan satu hal yang pasti hidup ini dinamis dan setiap orang memiliki waktunya masing-masing kapan harus terbang dan kapan harus tenggelam. Tugas kita adalah untuk tetap berjuang sampai harapan berada dalam pelukan. Sekian sharing dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.