Wednesday, March 2, 2022

Look Inside

 


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,

Hallo teman-teman semua apa kabar? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat yaaa. Kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman pribadi saya yang mungkin di luar sana ada juga teman-teman yang merasakan hal yang sama, yaitu tentang sebuah perasaan yang membuat kita merasa tertinggal jauh oleh pencapaian orang-orang yang berada di sekitar kita.

Pertengahan tahun lalu, saat saya memutuskan untuk kembali mengaktifkan beberapa akun Social Media saya, banyak sekali teman-teman lama yang menyapa dan juga bertukar cerita. Sebagian besar dari mereka bertanya selama ini saya kemana saja, lalu kegiatan saya saat ini apa, tinggal dimana, dll. Maklum saja mereka penasaran karena selain memutuskan untuk menutup akun Social Media selama kurang lebih 3 tahun lamanya, saya juga mengganti nomor ponsel saya dan memang tidak ada yang tahu nomor saya yang baru selain keluarga dekat saja.

Dari sekian banyak teman lama yang menyapa ada beberapa teman yang katanya merasa "iri" dengan kehidupan saya saat ini karena saya sudah berada pada posisi yang nyaman dan sudah tidak sedang "berjuang" lagi. Padahal tanpa mereka tahu sampai detik ini pun saya masih berjuang dengan kehidupan saya namun mungkin jenis perjuangannya saja yang berbeda dengan mereka.

Saya berjuang melewati masa-masa sulit saat menjadi seorang Ibu baru, merasakan dilema yang luar biasa ketika sempat menjadi Working Mom, lalu merasa lelah ketika membesarkan anak-anak dengan jarak yang berdekatan, dll. Bukannya saya tidak bersyukur tapi saya hanya memberitahukan keadaan yang sesungguhnya bahwa saya pernah melewati masa-masa sulit dan pernah merasa tidak baik-baik saja.

Selain itu saya juga pernah merasakan insecure yang luar biasa ketika saya merasa hidup saya yaa begini-begini aja. Diam di rumah fokus membersamai anak-anak, merasa tidak memiliki skill dan prestasi, merasa tertinggal, dan lain sebagainya. Tapi  ketika melihat kebelakang setelah saya berhasil melalui masa-masa sulit tersebut justru sekarang saya merasa bangga kepada diri saya sendiri karena telah berhasil melalui semua itu.

Begitupun dengan kehidupan teman-teman saya yang katanya merasa hidupnya biasa-biasa saja, justru saya melihatnya mereka luar biasa, misalnya adalah ketika mereka berkata :

"Ibu enak banget sekarang hidupnya, kalau aku mah gini-gini aja belum ada perubahan apa-apa".

(Padahal dulu ia adalah seorang Staf Administrasi sekarang sudah menjadi Marketing Assisstant Manager).

"Ibuuu seneng yaa sekarang udah stay di rumah aja sambil ngurus suami dan anak, gak mikirin kerjaan lagi."

(Padahal dulu saat saya rekrut ia baru lulus SMK bahkan KTP saja belum punya, sekarang sudah menjadi konsultan pajak).

"Doain aku ya Bu biar makin berkembang lagi dan punya karir yang bagus, soalnya sekarang kerjaan rasanya masih gini-gini aja belum mapan”.

(Padahal dulu saat pertama kali saya interview ia masih kuliah semester 2 dan saya rekrut sebagai Call Center Agent, sedangkan sekarang ia sudah menjadi seorang Business Development Manager dan sedang menyelesaikan Thesis S2 nya).

Dari situ saya belajar, bisa jadi kita merasa kehidupan kita biasa-biasa saja karena kita terlalu sering membandingkan kehidupan kita dengan orang lain dan hal itu tanpa disadari membuat kita merasa minder, merasa lemah, dan merasa tidak mampu. Padahal yang sebetulnya terjadi adalah bisa saja apa yang orang lain tampilkan adalah hanya hasil akhir yang indah-indahnya saja dan tidak memperlihatkan sisi lain saat sedang berdarah-darahnya.

Sebetulnya sah-sah saja jika kita ingin mencari motivasi dan inspirasi dari kehidupan orang lain, tapi jangan sampai hal itu membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri apalagi sampai membuat kita merasa rendah diri, coba lihat kedalam diri lebih dalam lagi sebetulnya kita tidak seburuk apa yang kita pikirkan.

Mulai saat ini coba rubah mindset kita untuk tidak membandignkan diri kita dengan orang lain, namun coba bandingkan diri kita hari ini dengan diri kita hari kemarin.

Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin atau malah sebaliknya?

 Apakah kita sudah memperbaiki kesalahan-kesalahan kita di masa lalu atau malah sebaliknya?

Apa saja pencapaian-pencapaian yang selama ini sudah dapat kita raih?

Setelah kita melihat kedalam diri kita apakah kita masih merasa bahwa hidup kita begini-begini saja tanpa adanya perubahan?

Dan satu hal yang pasti hidup ini dinamis dan setiap orang memiliki waktunya masing-masing kapan harus terbang dan kapan harus tenggelam. Tugas kita adalah untuk tetap berjuang sampai harapan berada dalam pelukan. Sekian sharing dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.

No comments:

Post a Comment