Assalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh,
Hallo teman-teman semua apa
kabar? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat yaaa. Kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman pribadi saya
yang mungkin di luar sana ada juga teman-teman yang merasakan hal yang sama,
yaitu tentang sebuah perasaan yang membuat kita merasa tertinggal jauh oleh
pencapaian orang-orang yang berada di sekitar kita.
Pertengahan tahun lalu, saat saya
memutuskan untuk kembali mengaktifkan beberapa akun Social Media saya, banyak sekali teman-teman lama yang menyapa dan
juga bertukar cerita. Sebagian besar dari mereka bertanya selama ini saya
kemana saja, lalu kegiatan saya saat ini apa, tinggal dimana, dll. Maklum saja
mereka penasaran karena selain memutuskan untuk menutup akun Social Media selama kurang lebih 3 tahun
lamanya, saya juga mengganti nomor ponsel saya dan memang tidak ada yang tahu
nomor saya yang baru selain keluarga dekat saja.
Dari sekian banyak teman lama
yang menyapa ada beberapa teman yang katanya merasa "iri" dengan
kehidupan saya saat ini karena saya sudah berada pada posisi yang nyaman dan
sudah tidak sedang "berjuang" lagi. Padahal tanpa mereka tahu sampai
detik ini pun saya masih berjuang dengan kehidupan saya namun mungkin jenis
perjuangannya saja yang berbeda dengan mereka.
Saya berjuang melewati masa-masa
sulit saat menjadi seorang Ibu baru, merasakan dilema yang luar biasa ketika
sempat menjadi Working Mom, lalu
merasa lelah ketika membesarkan anak-anak dengan jarak yang berdekatan, dll.
Bukannya saya tidak bersyukur tapi saya hanya memberitahukan keadaan yang
sesungguhnya bahwa saya pernah melewati masa-masa sulit dan pernah merasa tidak
baik-baik saja.
Selain itu saya juga pernah
merasakan insecure yang luar biasa
ketika saya merasa hidup saya yaa begini-begini aja. Diam di rumah fokus
membersamai anak-anak, merasa tidak memiliki skill dan prestasi, merasa tertinggal,
dan lain sebagainya. Tapi ketika melihat
kebelakang setelah saya berhasil melalui masa-masa sulit tersebut justru
sekarang saya merasa bangga kepada diri saya sendiri karena telah berhasil
melalui semua itu.
Begitupun dengan kehidupan
teman-teman saya yang katanya merasa hidupnya biasa-biasa saja, justru saya
melihatnya mereka luar biasa, misalnya adalah ketika mereka berkata :
"Ibu enak banget sekarang
hidupnya, kalau aku mah gini-gini aja belum ada perubahan apa-apa".
(Padahal dulu ia adalah seorang Staf Administrasi sekarang sudah menjadi
Marketing Assisstant Manager).
"Ibuuu seneng yaa sekarang
udah stay di rumah aja sambil ngurus
suami dan anak, gak mikirin kerjaan lagi."
(Padahal dulu saat saya rekrut ia baru lulus
SMK bahkan KTP saja belum punya, sekarang sudah menjadi konsultan pajak).
"Doain aku ya Bu biar makin
berkembang lagi dan punya karir yang bagus, soalnya sekarang kerjaan rasanya
masih gini-gini aja belum mapan”.
(Padahal dulu saat pertama kali saya interview
ia masih kuliah semester 2 dan saya rekrut sebagai Call Center Agent, sedangkan
sekarang ia sudah menjadi seorang Business Development Manager dan sedang
menyelesaikan Thesis S2 nya).
Dari situ saya belajar, bisa jadi
kita merasa kehidupan kita biasa-biasa saja karena kita terlalu sering
membandingkan kehidupan kita dengan orang lain dan hal itu tanpa disadari
membuat kita merasa minder, merasa lemah, dan merasa tidak mampu. Padahal yang
sebetulnya terjadi adalah bisa saja apa yang orang lain tampilkan adalah hanya
hasil akhir yang indah-indahnya saja dan tidak memperlihatkan sisi lain saat
sedang berdarah-darahnya.
Sebetulnya sah-sah saja jika kita
ingin mencari motivasi dan inspirasi dari kehidupan orang lain, tapi jangan
sampai hal itu membuat kita menjadi minder dan tidak percaya diri apalagi
sampai membuat kita merasa rendah diri, coba lihat kedalam diri lebih dalam
lagi sebetulnya kita tidak seburuk apa yang kita pikirkan.
Mulai saat ini coba rubah mindset kita untuk tidak membandignkan
diri kita dengan orang lain, namun coba bandingkan diri kita hari ini dengan
diri kita hari kemarin.
Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih
baik dari kemarin atau malah sebaliknya?
Apakah
kita sudah memperbaiki kesalahan-kesalahan kita di masa lalu atau malah
sebaliknya?
Apa saja pencapaian-pencapaian yang selama
ini sudah dapat kita raih?
Setelah kita melihat kedalam diri kita apakah kita masih merasa bahwa hidup kita begini-begini saja tanpa adanya perubahan?
Dan satu hal yang pasti hidup ini dinamis dan setiap
orang memiliki waktunya masing-masing kapan harus terbang dan kapan harus
tenggelam. Tugas kita adalah untuk tetap berjuang sampai harapan berada dalam
pelukan. Sekian sharing dari saya
semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh.

No comments:
Post a Comment