“Barang siapa yang ber Wudhu dan
membaguskan Wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya,
sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.”
(HR. Muslim dalam Kitab
at-Thaharah)
Picture : https://kitamuslim1.files.wordpress.com
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Beberapa waktu yang lalu saya sempat
menulis tentang pentingnya mengetahui arti serta makna dari bacaan Sholat agar
kita dapat lebih khusyuk dalam melaksanakan Sholat dan juga kita menjadi lebih
bersungguh-sungguh karena Sholat itu sendiri adalah doa yang kita panjatkan
kepada Allah agar senantiasa kita mendapatkan pengampunan serta mengharapkan
rahmat serta ridho hanya dari Allah semata.
Senada dengan tulisan saya sebelumnya
tentang pentingnya kita mengetahui segala makna, maksud dan tujuan akan sesuatu yang
telah, sedang dan akan kita lakukan, kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu
yang saya peroleh ketika membaca Jurnal yang ditulis oleh Prof. Dr. Leopold
Werner Von Ehrenfels, seorang Psikiater dan sekaligus Neurology berkebangsaan
Austria, kali ini saya akan berbagi tentang makna serta manfaat dari salah satu
proses bersuci, yaitu Wudhu.
Rasulullah menyuruh umatnya untuk
menyempurnakan Wudhu, ternyata memang banyak kesalahan ber Wudhu yang sering
kita lakukan karena masih belum memahami makna dan fakta menakjubkan di balik
menyempurnakan Wudhu.
Saya baru tahu bahwa pusat-pusat syaraf
yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan,
dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar dan dari
sinilah ditemukannya hikmah di balik Wudhu
yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.
Selain itu, ahli syaraf/neurologist pun
telah membuktikan dengan air Wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf
jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi
pikiran.
Perhatikanlah bahwa anggota tubuh yang
wajib dan sunah dibasuh air Wudhu merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak
titik-titik akupuntur, setelah dihitung-hitung… ternyata terdapat 493 titik
reseptor pada anggota Wudhu.
Ratusan titik akupunktur tersebut bersifat
reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan
ketika melakukan Wudhu.
Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui
meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini
terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja
untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). Masya Allah... Bayangkan jika
kita melakukan hal tersebut setiap hari paling sedikit 5 kali sehari.
Berikut ini beberapa gerakan Wudhu yang
sering salah kita lakukan, begini
menyempurnakannya:
1. Rangsangan
di Tangan & Kaki
Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak
kaki & tangan, apakah sela-sela jari tangan dan kaki sering kita abaikan? kita
sering sekadar cuci tangan di bawah pancuran air tanpa menggosok-gosoknya, padahal ada fakta menarik yang perlu
diketahui, yaitu di antara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat
masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba
Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik
akupunktur. Berdasarkan riset pakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila
dirangsang dapat menstimulasi bio energi (Chi) guna membangun homeostasis
(keseimbangan). Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi,
seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak dan
jari jemari kaku.
2. Membersihkan
Rongga Hidung
Selanjutnya, hal yang sering diabaikan
dalam Wudhu adalah menghirup air ke dalam hidung, kita sering kali hanya
membasuh hidung, dan tidak menghirup air masuk ke rongga hidung kemudian
mengeluarkannya kembali (istinsyaaq). Penelitian dari Universitas Aleksandria
membuktikan bahwa kebanyakan orang yang ber Wudhu secara continue, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri
dan mikroba. Lubang hidung merupakan tempat yang rentan dihinggapi mikroba dan
virus, tetapi dengan membasuh hidung secara continue
dan melakukan istinsyaaq (memasukkan air kedalam hidung kemudian
mengeluarkannya ketika ber Wudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan
terbebas dari radang dan bakteri.
3. Berkumur-kumur
Yang tak kalah penting adalah kumur-kumur
dan bahkan Rasulullah menganjurkan setiap kali akan Sholat. Penelitian modern
membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan
menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi
dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah
makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga
penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya.
Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang
olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah
dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.
4. Reseptor
Syaraf Telinga
Lain lagi tentang telinga, kita sering kali
hanya membasahi telinga, padahal di daun telinga ternyata terkandung banyak
sekali titik reseptor syaraf telinga, maka itu saat menyapu telinga jangan
hanya membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya
aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga.
Jelas bahwa menyempurnakan Wudhu sungguh
bermanfaat luar biasa untuk diri kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk
menyempurnakan Wudhu.
Semoga bermanfaat ^^


Terima kasih, sharenya, Mbak ...
ReplyDeleteSama-sama Bunda Khulatul...semoga bermanfaat ya :)
Deletesalam kenal mbak Ratih...
ReplyDeleteterima kasih infonya tentang wudhu sangat bermanfaat...
Salam kenal juga Mba Anjar, terima kasih sudah mampir membaca :)
Deleteterima kasih sudah mengingatkan, Mbak :)
ReplyDeleteSama-sama Bundaaaaa....terima kasih sudah mampir :)
DeleteThings happen for a reason ... apapun yang Allah perintahkan selalu ada kebaikan dibaliknya :) thanks for visit and read my blog
ReplyDelete