Monday, September 28, 2015

Help Me To Find You




“Tetapi aku (percaya bahwa) : Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”
 (QS. Al-Kahf : 15)





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Akhir-akhir ini saya sedang senang berbagi sedikit kisah pribadi saya, semoga teman-teman tidak bosan ya hehehe. Setelah kemarin saya sharing tentang pengalaman saya dalam mengahadapi cobaan hidup, nah sekarang saya kembali akan sharing tentang pengalaman pribadi saat saya mulai hijrah dan tarbiyah.

Saya lahir ditengah-tengah keluarga yang pemahaman agamanya bisa dibilang biasa-biasa saja, saya pun menjalankan segala kewajiban perintah agama yaaa begitu-begitu saja, jadi apa yang diajarkan oleh orang tua yaaa saya jalani saja untuk cari aman tanpa memikirkan atau bertanya kenapa saya harus menjalankan hal itu dan juga tanpa adanya dasar keyakinan yang tertanam dalam diri saya.

Ketia saya duduk dibangku SMA saya mengalami sebuah masa-masa kritis yang dimana saya mempertanyakan tentang semua hal yang terjadi dalam hidup saja, mulai dari hal yang sederhana sampai hal yang sifatnya mulai kompleks  seperti  apa makna dari kehidupan dan mengapa saya harus beragama. Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk menyendiri dan mulai mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan saya dari berbagai macam sumber, dari bertanya kepada orang-orang yang saya anggap kompeten membaca buku sampai dengan mempelajari beberapa kitab suci sebagai rujukan.

Saya pernah merasakan menjadi murid yang bandel dengan melakukan “cabut” alias tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan saya memilih membaca buku di perpustakaan, nilai raport saya sempat menurun sampai orang tua saya dipanggil ke sekolah karena wali kelas saya merasa bahwa saya seperti memiliki “dunia lain” dan tidak mengindahkan kehidupan yang terjadi di sekitar saya dan yang paling parah saya sempat dipanggil guru agama dan juga diberikan ceramah oleh Kakak kelas yang meminta agar saya segera “bertaubat” karena menurut mereka saat itu pemikiran saya yang kritis mulai mendekati musyrik hehehe.

Saat itu saya juga membaca banyak buku Filsafat dan Tasawuf dari berbagai sumber dan penulis yang beragam. Saya juga pernah merasakan di bully oleh teman-teman saya karena saya dikira mengikuti aliran sesat dan saat itu orang tua saya juga memberikan saya banyak buku rohani dan keagaamaan untuk saya baca agar saya tidak tersesat di jalan yang salah.

Jujur, dulu saya merasa tertekan dan terpojok karena dimasa-masa ketika saya memiliki ribuan pertanyaan akan makna dan hakikat hidup justru saya malah dijauhi dan dianggap sesat, padahal sesungguhnya saya hanya butuh kekuatan untuk mendamaikan dan meyakinkan diri ini atas apa yang telah dan akan saya lakukan dalam hidup. 

Namun kini saya tidak menyalahkan mereka untuk segala bentuk sikap yang  telah mereka lakukan kepada saya justru kadang hal ini membuat saya senyum-senyum sendiri, bayangkan saja saat itu  ada anak perempuan usia 16 tahun yang dimana anak-anak sebayanya sedang menjalani kehidupan remaja yang penuh suka cita saya malah sibuk belajar filsafat, berkontemplasi dan mencari makna hidup...yaa pasti dianggap anehlah hehehehe.

Itulah sepenggal kisah saya dalam proses pencarian jati diri yang jika saya ceritakan semuanya nanti pasti kepanjangan hehe mungkin lain kali akan saya bahas secara terpisah bagaimana akhir dari proses “pencarian” saya untuk memperoleh pencerahan.

Sekarang saya ingin berbagi sebuah kisah ilustrasi sederhana yang sangat saya sukai tentang seseorang yang sedang mencari Tuhan.


Adalah seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz) /siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.


Pemuda : (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) "Anda siapa...?? dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??"


Ustadz : "Saya hanyalah hamba ALLAH & dengan izin-NYA saya akan menjawab pertanyaan anda"


Pemuda  :(Tetap dengan nada sombong) "Anda yakin....?? sedang profesor & banyak orang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya"


Ustadz : "Insya Allah saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!"


Pemuda  : "Saya punya 3 buah pertanyaan...??

  1.  Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?
  2.  Apakah yang dinamakan TAKDIR...??
  3.  Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? apakah TUHAN tidak pernah berpikir sejauh itu?
 
Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.


(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata : "Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??"


Ustadz : "Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!"


Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!"


Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!"


Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit...!!"


Ustadz : "Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!"


Pemuda : "Ya... saya Percaya...!!"


Ustadz : "Tunjukkan pada saya wujud sakit itu...??!!"


Pemuda : "Saya tidak bisa...!!"


Ustadz : "Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujud-NYA.


Ustadz : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!"


Pemuda : "Tidak...!!"


Ustadz: "Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!"


Pemuda : "Tidak...!!"


Ustadz : "Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!"


Ustadz : "Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!"


Pemuda : "Kulit...!!"


Ustadz : "Terbuat dari apa pipi Anda...??!!"


Pemuda : "Kulit...!!"


Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!"


Pemuda : "Sakit...!!"


Ustadz : "Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan".



Pertanyaan-pertanyaan si Pemuda di atas kurang lebih sama dengan pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan pada saat saya duduk di bangku SMA dulu, namun beruntung bagi saya karena untuk “menemukan” Tuhan saya tidak perlu ditampar hehe.


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27)



Semoga cerita pengalaman pribadi dan juga kisah di atas bisa membantu bagi teman-teman yang mungkin saat ini masih dalam proses “mencari”, semoga memberikan sedikit pencerahan dan ingatlah bahwa hidayah itu tidak akan datang dengan sendirinya jika kita tidak mencarinya ia tidak akan menghampiri kita, maka dari itu selain berdoa dan memohon agar diberikan hidayah…..jemputlah hidayah itu agar datang kepada kita.


Jika masih penasaran dengan kisah saya tentang proses “pencarian”,  tunggu di postingan berikutnya ya hehehe.


Semoga bermanfaat ^^

3 comments:

  1. like ☺
    semoga istiqomah dalam kebaikan
    ..f..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaamiiin, masih proses pembelajaran Mba :) terima kasih sudah mampir

      Delete
  2. masyaallah, perjalanan yang panjang ya mbak.. :)
    semoga kita semakin istiqomah di jalan Allah..

    ReplyDelete