Allah tidak membebani seseorang melainkan
sesuai dengan kesanggupannya”
(QS. Al-Baqoroh : 286)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Beberapa waktu yang lalu saya menghadapi beragam
persoalan pribadi yang cukup rumit yang dimana tidak mungkin saya share disini
dengan detail. Namun yang pasti saya menghadapi beberapa masalah yang cukup
pelik untuk diselesaikan dan cukup menyita waktu, tenaga serta konsentrasi
saya.
Saya mencoba untuk bercerita kepada
orang-orang terdekat saya hanya sekedar untuk meminta pendapat, mencari
kekuatan serta dukungan untuk segala keputusan, baik keputusan yang sudah saya
ambil maupun keputusan yang akan saya ambil.
Jujur…. Saya adalah tipe pribadi yang cukup
keras dalam memperlakukan diri saya
sendiri, saya selalu berkata bahwa saya pasti dapat menyelesaikan semua
persoalan yang saya hadapi dan saya sadar mengapa saya berkata demikian karena
saya sombong.
Sombong karena saya merasa kuat
Sombong karena saya merasa tahu banyak hal
Sombong karena saya adalah seorang praktisi
HRD yang salah satu pekerjaanya memberikan konseling, mendengarkan curhatan
karyawan, dan membantu mencari solusi untuk semua masalah mereka
Sombong karena saya adalah seorang
Certified Hypnotherapist yang dapat membantu orang-orang meringankan beban
serta masalah hidupnya dengan metode terapi menggunakan hypnosis
Yaaa itu adalah contoh beberapa kesombongan
saya dan masih banyak kesombongan-kesombongan saya yang lainnya. Berbekal
kesombongan-kesombongan itulah saya merasa bahwa saya pasti mampu menyelesaikan
masalah-masalah saya sendiri, dan saya terus mendorong diri saya sekuat mungkin
untuk menyelesaikan semuanya hingga batas akhir kemampuan saya, dan hasilnya
adalah… 0 (Nol Besar), hasilnya NOTHING.
Dimasa-masa kritis saya kala itu tanpa
sengaja saya melihat sebuah gambar yang diposting disalah satu akun Twitter
yang saya follow dan sayangnya saya lupa nama akunnya karena saya terlalu fokus
kepada isi dari gambar postingan akun tersebut yaitu sebagai berikut :
Membaca isi dari gambar tersebut di atas
membuat jantung saya seolah-olah berhenti berdetak untuk beberapa saat, dan
disaat yang bersamaan air mata saya
mulai mengalir perlahan sampai pada akhirnya saya tidak dapat
membendungnya lagi, saya menangis tesedu-sedu dan merasakan sakit yang luar
biasa, rasanya seperti ada yang menohok dada saya hingga terasa amat sesak dan
rasanya hati ini begitu perih bagai diiris sembilu.
Saya terlalu sombong dan angkuh untuk
memasrahkan semua persoalan hidup saya, saya terlalu sibuk mencari bantuan dari
orang-orang disekitar saya untuk menjadi sandaran saat saya pilu.
Saya terlalu sombong untuk mengingat-Nya
Sesungguhnya saya tidak butuh bahu untuk
bersandar dan menangis karena saya memiliki sajadah yang terbuka lebar untuk
bersujud
Saya tidak perlu bercerita kisah pilu saya kepada
orang-orang disekitar karena saat saya tidak mampu berkata-kata cukuplah
air mata ini sebagai pengganti bahasa
Sesungguhnya DIA Maha Mengetahui akan segala hal permasalahan yang sedang saya hadapi
Kejadian ini adalah tamparan keras bagi
saya dan kesombongan saya, yang bahawasannya diantara yang kuat ada yang Maha Kuat,
diantara yang tahu ada yang Maha Tahu dan sesungguhnya diantara semua
permasalahan yang ada kita sudah tahu kemana kita harus berlari dan mengadu.
Katakanlah : “Sekali-kali tidak akan
menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah
Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus
bertawakal”. (QS. At-Taubah : 51).
Demikian sharing saya kali ini, mohon tidak
dicontoh hal-hal buruknya dan semoga dapat membawa sedikit pencerahan bagi
teman-teman yang mungkin sedang menghadapi beragam persoalan yang lebih berat
daripada saya ingatlah La tahkaf wa la tahzan. Innaloha ma’ana ….. Janganlah
kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama
kita.


Saya jadi berkaca-kava bacanya mbak Ratih.. tulisan yg bagus, menyentuh... Allah sering dihadirkan saat kita sudah benar-benar buntu...padahal seharusnya di awal :-(
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir untuk membaca Bun, iya ini salah satu momen kontemplasi yang saya alami beberapa waktu yang lalu...saya terlalu bergantung kepada diri sendiri dan manusia dan melupakan Allah dzat yang hakiki yang padahal selalu ada bersama kita dan siap kapanpun menampung "curhat" kita Bun :')
DeleteMari bersahabat dengan-Nya
ReplyDeleteIkut muhasabah baca ini
Jazakillah sudah mampir Ukhti :)
Deletesaya pernah mencari-cari kesembuhan diri lewat berbagai cara, sampai menabung untuk bisa ikut hypnoterapy. Nyatanya, dengan qur'an dan menghadirkanNya dalam setiap detik kehidupan kita, semua itu bisa teratasi walau butuh proses dan waktu. nice sharing
ReplyDeleteMetode Hypnoterapy sebetulnya adalah Self Hypnosis Bun, akan berhasil jika kita memiliki keyakinan dan keinginan untuk proses penyembuhan itu sendiri dan sesungguhnya itu hanyalah salah satu bagian dari usaha kita, karena penyembuh dari segala sakit hanyalah Allah semata :)
DeleteTerima kasih sudah mampir membaca Bun :)
Saya pernah ketemu quote: Ketika tidak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud... intinya mencari kekuatan hanya kepada yg Maha Kuat ya mbak
ReplyDeleteIya Mba betul sekali :)
Deletengena banget tulisanx mba... langsung ke hati ^__^
ReplyDeletesaya juga suka psikologi n fotografi, yg ke 2 masih mimpi... eh hehe
kali lain mau ah discuss soal psikologi hihi...
Mariii diskusi tentang Psikologi hehe....saya juga ada rencana nanti kapan-kapan saya nulis tentang Psikologi juga
Delete