Monday, September 11, 2017

Dream On



Pict : https://cdn.tinybuddha.com/wp-content/uploads/2015/09/Follow-Your-Dreams1.png





Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,



Hallo Dreamers, dulu saat saya masih aktif menulis saya sempat menjadi kontributor untuk 2 website komunitas salah satunya adalah Komunitas Blogger Muslimah Indonesia, awalnya saya mengajukan diri kepada founder nya yaitu penulis senior yang bernama Novia Syahidah atau saya memanggil beliau dengan panggilan Bunda Via. Saat itu Bunda Via mengizinkan saya menjadi kontributor dan sempat berjalan beberapa waktu sampai akhirnya saya mohon izin off dulu sebagai kontributor karena saat itu saya sedang mempersiapkan acara pernikahan saya dan Bunda Via pun dengan penuh pengertian mengizinkannya.

Alhamdulillah pernikahan saya berjalan dengan lancar tapi ternyata tidak selancar mood menulis saya yang tak kembali lagi, Qodarulloh 1 bulan setelah menikah saya hamil, lanjut menikmati proses morning sickness dan proses kehamilan lainnya, setelah itu lanjut melahirkan dan akhirnya disibukkan dengan mengurus anak, akhirnya kegiatan menulis saya benar-benar terlupakan.

Sekitar bulan Juli 2017 tiba-tiba Bunda Via menghubungi saya lagi, dan meminta saya untuk kembali menjadi kontributor tapi sekarang bukan kontributor website melainkan menulis materi dengan tema Kepribadian Muslimah untuk bahan diskusi dan berbagi di Komunitas Blogger Muslimah Indonesia, awalnya saya menolak karena saya khawatir tidak dapat menjalankannya dengan baik karena sekarang sudah ada anak, selain itu saya juga minder dengan kualitas tulisan saya yang seadanya dan masih sangat sederhana, sedangkan para anggota di Komunitas Blogger Muslimah Indonesia Indonesia banyak Blogger yang sudah senior.  Tapi Bunda Via berhasil meyakinkan saya untuk mencoba, dan saya sendiri merasa tertantang apakah saya masih bisa produktif menulis dengan kondisi saat ini, akhirnya saya terima juga tawaran Bunda Via dan mulai bulan bulan Agustus 2017 saya menulis lagi dengan meminta izin dari suami terlebih dahulu.

Baiklah Dreamers, cerita di atas adalah cerita pengantar yang kepanjangan hehehe…. Sekarang saya ingin sharing bahwa dalam keadaan apapun kita jangan sampai hilang harapan dan jangan sampai berhenti bermimpi. Apa hubungannya dengan mimpi ? bagi saya pribadi, selain memang hobi, menulis adalah salah satu cara saya menggapai mimpi saya yaitu agar saya menjadi manusia yang berguna, dan saat ini  yang bisa saya lakukan  adalah menulis jadi harapannya semoga tulisan-tulisan saya dapat berguna dan membawa manfaat bagi yang membacanya.

Jujur, saat awal-awal saya menjadi seorang istri dan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga saya sempat bingung dengan keadaan, dalam artian saya sempat tidak mempunyai harapan dan mimpi pribadi selain disibukkan dengan pekerjaan rumah dan menjaga keluarga saya dengan baik, pada awalnya saya  merasa nyaman karena biasanya kerja kantoran pergi pagi pulang petang, sedangkan sekarang bisa leyeh-leyeh di rumah sambil urus suami dan anak tapi lama kelamaan saya merasakan jenuh yang luar biasa terjebak dengan rutinitas yang itu-itu saja. Apalagi dulu saat masih single selain bekerja saya juga aktif terlibat di berbagi komunitas dan organisasi sedangkan sekarang semuanya sudah berbeda dan saya sadar akan peran dan amanah yang sudah saya sandang. 

Pengalaman di atas  mengingatkan saya pada mata kuliah CCU (Cross Cultural Understanding) dulu ada materi yang membahas Stage of Culture Shock yang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :

  1. The Honeymoon Stage
  2. The Frustation Stage
  3. The Adjustment Stage
  4. The Acceptance Stage

Pada intinya saat kita memasuki pengalaman atau tempat baru awalnya kita merasa senang dan bersemangat, lalu mulai merasa bosan, setelah itu mulai menyesuaikan diri dengan keadaan atau lingkungan dan yang terakhir adalah fase menerima keadaan atau lingkungan tersebut dan fase-fase itulah yang saya alami.

Setelah Bunda Via menghubungi saya,  saya  tersadar …. keadaan memang sudah tidak seperti dulu lagi tapi bukan berarti saya sudah tidak bisa bermimpi, karena menurut saya jika kita tidak memiliki mimpi sama saja dengan tidak memiliki tujuan hidup, dan mimpi disini juga harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk mengusahakan mimpi itu agar tercapai dan bagi saya menulis merupakan salah satu cara saya dalam meraih mimpi. Selain oleh Bunda Via, saya juga merasa diingatkan oleh status Facebook yang ditulis oleh Asma Nadia :

“Sebagian orang berhenti bermimpi saat memutuskan bekerja. Sebagian lagi mulai melupakan mimpi-mimpinya sewaktu memasuki gerbang pernikahan. Sementara sebagian lain akhirnya menenggelamkan sepenuhnya impian yang mereka genggam lama, setelah memiliki anak. Padahal pekerjaan, pernikahan, dan ananda seharusnya menjadi energi yang memberikan daya ungkit untuk kian gigih menaklukkan mimpimu.”

Rasanya benar-benar seperti ditampar dengan amat keras, tamparan positif sebagai pengingat diri  agar tidak berhenti untuk bermimpi dalam keadaan, situasi dan kondisi apapun dan mimpi itu milik semua orang.



Dream On And Keep Chasing The Dream !




Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh.








2 comments:

  1. Inspiratif. Dan saya jadi semangat lagi. Insya Alloh saya tidak akan merelakan mimpi saya, meski "pekerjaan" menyibukkan saya. Meski jalannya lebih lamban, semoga saya tetap bisa mencapai impian itu. Terima kasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap semangat Teh :), Terima kasih sudah mampir baca hehehe

      Delete