“Dan
sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu
termasuk orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raf : 205).
Picture : www.fatakat.com
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh,
Setiap
hari Senin jam 1 siang saya memiliki agenda mingguan yaitu Weekly Management Meeting bersama dengan para Departement Head dan
Manager di kantor tempat saya bekerja. Selain berperan sebagai perwakilan dari
Departemen HR saya juga berperan sebagai koordinator dan moderator yang
memimpin kegiatan meeting tersebut.
Hari
senin kemarin, sebelum menutup kegiatan Weekly
Meeting itu saya sedikit sewot…. bisa dibilang naluri emak-emaknya keluar
karena saya ngomel-ngomel hehehe….. kenapa ? karena pagi-pagi saat saya baru
sampai di kantor dan melewati tempat parkir saya melihat sampah berserakan dimana-mana entah itu puntung
rokok, gelas bekas minum kopi, bungkus
makanan dll. Padahal ditempat parkir kantor telah disediakan tempat sampah di
setiap penjuru dan juga banyak sekali poster yang memang ditempel di tembok
sebagai pengingat agar karyawan tidak membuang sampah sembarangan.
Hari-hari
sebelumnya jika saya datang pagi-pagi melewati lokasi parkir, tempat tersebut
sudah bersih karena sudah dibersihkan oleh Office Boy kami, dan kemarin Office
Boy kami tidak masuk kerja karena ada keperluan sehingga tidak ada yang
membersihkan sampah di tempat parkir tersebut dan barulah ketahuan belangnya
bahwa kesadaran karyawan untuk membuang sampah sangatlah kecil.
Dalam
keadaan emosi saya mengambil foto dari sampah-sampah tersebut dan kemarin saya
tunjukan kepada para Departement Head, saya tidak menuduh satu atau dua orang
sebagai pelakunya karena saya sadar bahwa kebersihan kantor merupakan tanggung
jawab kita bersama meskipun kita sudah memiliki petugas kebersihan sekalipun.
Dan di meeting kemarin saya meminta
agar para Department itu memberikan pengarahan kepada seluruh karyawan/anak
buah mereka agar dapat memperbaiki sikapnya dan lebih meningkatkan kesadarannya
untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor.
Sering
dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui hal yang sebaiknya kita lakukan
namun kita abaikan karena sifat lalai dan malas yang menghantui kita. Begitupun
sebaliknya banyak hal buruk yang sebaiknya tidak kita lakukan karena akan
merugikan namun tetap saja kita perbuat padahal kita sendiri sadar bahwa sikap
baik dan sikap buruk yang kita lakukan masing-masing memiliki konsekuensi yang
harus kita tanggung.
Pengalaman
saya kemarin mengingatkan saya pada sebuah kisah dari Imam Ibnul Qayyim, yang
dimana dalam menjalankan kewajiban agama,
kita sebagai amba Allah sering kali lalai dan juga “bernegosiasi” dengan
diri kita sendiri serta mencari beribu
alasan sebagai pembelaan diri atas kelalaian kita tersebut.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah
mengisahkan: "Seorang anak perempuan meninggal karena Tho’un (wabah),
kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya:
"Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!"
Anak perempuan itu menjawab: "Kami telah
melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui,
tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih
atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai
daripada dunia dan seluruh isinya.”
Berkata Ibnul Qayyim: "Anak perempuan itu
telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui,
tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak
memahami maknanya."
- Kita mengetahui, bahwa ucapan Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang... Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.
- Kita mengetahui, bahwa pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang... Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.
- Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.
- Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya... Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.
- Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.
- Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun.
- Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipat gandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur'an dalam jadwal harian kita.
- Kita mengetahui, bahwa Haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.
- Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.
- Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.
- Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.
Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga
kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya
hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi.
Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap
perbuatan kita di dunia.
Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata,
kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..dan pada
hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya,
teman-teman dan anaknya, karena pada
hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing.
“Sesungguhnya
orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami,
dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan
kehidupan itu dan orang-orang yang
melalaikan ayat-ayat kami.
(QS. Yunus : 7)
#SelfReminder
#NoteToMySelf
Semoga
bermanfaat ^^


Terima kasih pengingatnya mb...
ReplyDeleteSama-sama Bunda :)
DeleteRasanya kok saya tersentil membaca tulisan ini. Ah manusia terlalu sering mencari alasan untuk pembelaan diri. Ya Allah... semoga kita semua tidak termasuk org lalai dan merugi ya mbak. Aamiin.
ReplyDeleteAmiiin, untuk kita memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan agar kita tidak termasuk golong yang merugi ^^
DeleteYa Allah...
ReplyDeleteJleb bget deh saya :'(
mksih sudah mengingatkan mba
Sama-sama Mba, semoga kita bisa terus saling mengingatkan terhadap kebaikan
DeleteTerima kasih sharingnya Mba, salam kenal ya
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir Mba Ira, salam kenal juga :)
Deleteterimakasih sudah mengingatkan gan
ReplyDelete