Tuesday, September 29, 2015

We Know, But ….



“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” 
(QS. Al-A’raf : 205).


Picture : www.fatakat.com



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Setiap hari Senin jam 1 siang saya memiliki agenda mingguan yaitu Weekly Management Meeting bersama dengan para Departement Head dan Manager di kantor tempat saya bekerja. Selain berperan sebagai perwakilan dari Departemen HR saya juga berperan sebagai koordinator dan moderator yang memimpin kegiatan meeting tersebut.

Hari senin kemarin, sebelum menutup kegiatan Weekly Meeting itu saya sedikit sewot…. bisa dibilang naluri emak-emaknya keluar karena saya ngomel-ngomel hehehe….. kenapa ? karena pagi-pagi saat saya baru sampai di kantor dan melewati tempat parkir saya melihat sampah  berserakan dimana-mana entah itu puntung rokok, gelas  bekas minum kopi, bungkus makanan dll. Padahal ditempat parkir kantor telah disediakan tempat sampah di setiap penjuru dan juga banyak sekali poster yang memang ditempel di tembok sebagai pengingat agar karyawan tidak membuang sampah sembarangan.

Hari-hari sebelumnya jika saya datang pagi-pagi melewati lokasi parkir, tempat tersebut sudah bersih karena sudah dibersihkan oleh Office Boy kami, dan kemarin Office Boy kami tidak masuk kerja karena ada keperluan sehingga tidak ada yang membersihkan sampah di tempat parkir tersebut dan barulah ketahuan belangnya bahwa kesadaran karyawan untuk membuang sampah sangatlah kecil.

Dalam keadaan emosi saya mengambil foto dari sampah-sampah tersebut dan kemarin saya tunjukan kepada para Departement Head, saya tidak menuduh satu atau dua orang sebagai pelakunya karena saya sadar bahwa kebersihan kantor merupakan tanggung jawab kita bersama meskipun kita sudah memiliki petugas kebersihan sekalipun. Dan di meeting kemarin saya meminta agar para Department itu memberikan pengarahan kepada seluruh karyawan/anak buah mereka agar dapat memperbaiki sikapnya dan lebih meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor.

Sering dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui hal yang sebaiknya kita lakukan namun kita abaikan karena sifat lalai dan malas yang menghantui kita. Begitupun sebaliknya banyak hal buruk yang sebaiknya tidak kita lakukan karena akan merugikan namun tetap saja kita perbuat padahal kita sendiri sadar bahwa sikap baik dan sikap buruk yang kita lakukan masing-masing memiliki konsekuensi yang harus kita tanggung.

Pengalaman saya kemarin mengingatkan saya pada sebuah kisah dari Imam Ibnul Qayyim, yang dimana dalam menjalankan kewajiban agama,  kita sebagai amba Allah sering kali lalai dan juga “bernegosiasi” dengan diri kita sendiri  serta mencari beribu alasan sebagai pembelaan diri atas kelalaian kita tersebut.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan: "Seorang anak perempuan meninggal karena Tho’un (wabah), kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: "Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!"

Anak perempuan itu menjawab: "Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya.”

Berkata Ibnul Qayyim: "Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya."

  • Kita mengetahui, bahwa ucapan Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali  akan  menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang... Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.

  • Kita mengetahui, bahwa pahala  dua rakaat Dhuha setara  dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang... Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

  • Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api  neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

  • Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya... Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

  • Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

  • Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.  Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun.

  • Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipat gandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur'an dalam jadwal harian kita.
  • Kita mengetahui, bahwa Haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang,  kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.

  • Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

  • Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

  • Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau  dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.


Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi.

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia. 
Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..dan pada  hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena  pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing.



“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan  itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami. 
(QS. Yunus : 7)




#SelfReminder
#NoteToMySelf




Semoga bermanfaat ^^

9 comments:

  1. Rasanya kok saya tersentil membaca tulisan ini. Ah manusia terlalu sering mencari alasan untuk pembelaan diri. Ya Allah... semoga kita semua tidak termasuk org lalai dan merugi ya mbak. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, untuk kita memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan agar kita tidak termasuk golong yang merugi ^^

      Delete
  2. Ya Allah...
    Jleb bget deh saya :'(
    mksih sudah mengingatkan mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba, semoga kita bisa terus saling mengingatkan terhadap kebaikan

      Delete
  3. Terima kasih sharingnya Mba, salam kenal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Ira, salam kenal juga :)

      Delete