Assalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh,
Suatu hari,
sekumpulan pemuda Muslim tengah berkumpul dan bertanding mengadu kekuatan :
siapa yang bisa menggerakkan sebuah batu besar, maka dia akan dianggap sebagai
jagoan.
Kebetulan Nabi
Muhammad SAW. Lewat. Beliau bertanya : “Apa yang tengah kalian lakukan?”
“Kami sedang
mengadu kekuatan kami. Kami ingin melihat siapa diantara kami yang paling
kuat,” jawab mereka.
“Inginkah
kalian tahu siapa yang paling kuat dan energitik ?” tanya Nabi.
“Tentu, ya
Rasulullah.” Sahut mereka. “Adakah wasit lain yang lebih baik dari Anda, yang
bisa memberikan gelar kebanggaan kepada kami ?”.
Mereka
berpikir, bahwa sebentar lagi Nabi akan mengumumkan siapa yang akan jadi juara
dan tangan orang itu akan diangkat oleh Nabi.
Baginda
bersabda : “Seorang juara dan yang paling kuat adalah : “
- Orang yang jika dia suka dan tertarik akan sesuatu, maka rasa sukanya itu tidak melalaikannya dari ikatan yang haq dan kemanusiaan, serta tidak menjerumuskannya ke dalam kejahatan.
- Jika dia marah dan dikuasai oleh emosinya, maka dia dapat mengontrol dirinya, tidak mengatakan sesuatu kecuali yang benar dan tidak akan keluar dari mulutnya kata-kata dusta atau keji.
- Jika dia berkuasa dan tidak satu pun yang bisa mengekangnya, maka tangannya tidak akan mengambil melebihi haknya.
Kisah di atas
saya kutip dari Wasa’il Asy-Syi’ah, jilid II, hal 429, dan merupakan salah satu
kisah Rasulullah yang paling saya sukai, kisah pengingat karena saya pribadi
masih sangat lemah dalam melawan diri sendiri dan selama ini memaknai kekuatan
dengan arti dapat mengalahkan keadaan dan dunia, namun diri sendiri masihlah
dikuasai oleh perasaan yang kerdil dan dapat menjerumuskan kedalam lembah dosa.
Semoga kita
semua manjadi pribadi yang kuat dalam arti sesungguhnya dan tidak termasuk
kedalam golongan mereka yang merugi, Aamiin.
Wassalamu’alaykum
warahmatullahi wabarokatuh.


Benar sekali. Susah banget untuk menahan sabar dan merendahkan rasa ego ini. Berarti saya masih jauuuuuh
ReplyDelete..... Dari kemenangan yang dimaksud Rasul.
Kita masih sama² belajar menuju kemenangan itu Teh. Nuhun sudah mampir :)
ReplyDelete